KSB Siapkan Rp150 Juta per Desa untuk Atasi Sampah di 2027

Bagikan ke :
Foto: Forum arahan umum penyusunan RKPD 2027 di Aula Graha Fitrah (dok. PPID Sumbawa Barat)

Taliwang, MediaKSB, – Penataan lingkungan hidup dan pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas utama Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada tahun 2027. Bupati KSB H. Amar Nurmansyah bersama Wakil Bupati Hj. Hanipah menegaskan hal tersebut dalam forum arahan umum penyusunan RKPD 2027 di Aula Graha Fitrah, Sabtu (27/6).

Sebagai komitmen di tingkat hulu, Pemerintah KSB menyiapkan anggaran stimulan sebesar Rp150 juta per desa untuk mengaktifkan kembali Bank Sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di seluruh wilayah KSB. Skema ini dirancang agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Haji Amar, sapaan akrab Bupati menegaskan, pengelolaan sampah menjadi atensi penting dan prioritas pemerintah daerah tahun depan. Bupati menyebut anggaran tersebut akan diarahkan untuk menghidupkan kembali fasilitas pengolahan sampah yang sudah ada di tingkat desa.

“Masalah pengelolaan sampah ini menjadi atensi penting dan prioritas saya di tahun 2027. Kita plot anggaran seratus lima puluh juta rupiah per desa untuk menghidupkan kembali Bank Sampah dan TPS3R,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga menyiapkan skema insentif bagi pemuda Karang Taruna yang ditunjuk sebagai pengelola operasional bank sampah. Skema ini bertujuan memberdayakan generasi muda sekaligus memastikan operasional bank sampah berjalan berkelanjutan.

Untuk mendukung pelayanan kebersihan di wilayah perkotaan, sebanyak 38 lingkungan di Kecamatan Taliwang akan memperoleh alokasi satu unit motor pengangkut sampah roda tiga (Tosa). Bupati juga meminta operasional truk pengangkut sampah diatur lebih tertib dan terjadwal.

“Pengadaan Tosa di tiga puluh delapan lingkungan Taliwang dan pengaturan truk sampah juga harus tertib, sehingga pelayanan kebersihan di seluruh kecamatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Selain penguatan di tingkat hulu dan wilayah perkotaan, Pemkab KSB menargetkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di beberapa titik krusial pada 2027. Lokasi yang disasar meliputi Benete, Senayan, dan Batu Putih.

Wakil Bupati Hj. Hanipah, yang juga hadir menekankan keberhasilan gerakan KSB Bersih sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat mengelola sampah sejak dari rumah tangga. Wabup menyarankan pengelolaan Bank Sampah tidak hanya mengandalkan pemuda Karang Taruna, tetapi juga disinergikan dengan Ibu-ibu Agen TBA.

“Ibu-ibu TBA memiliki kedekatan sosial yang kuat untuk menggerakkan masyarakat dalam memilah sampah dari rumah,” ujar Wabup.

Menurutnya, keterlibatan Agen TBA akan menjadi motor penggerak efektif dalam membangun kedisiplinan warga memilah sampah organik dan non-organik sejak dari sumbernya.

“Semoga Sinergi antara Karang Taruna dan Agen TBA dapat memperkuat ekosistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat di seluruh KSB,” pungkasnya. (M-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *