H Firin : Prestasi Kita Bisa Menurunkan Angka Kemiskinan di KSB

Taliwang, MediaKSB, – Upaya pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) membuahkan hasil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 0,7 persen pada tahun 2023 ini. Tidak saja pada sisi jumlah penduduk yang mengalami penurunan dari sebelumnya tahun 2022 sebanyak 13,02 persen menjadi 12,95 persen di tahun 2023 ini. Pada sisi indeks kedalaman (P1) maupun keparahan kemiskinan (P2) juga mengalami penurunan.
Jika merujuk pada data yang disampaikan BPS kepada pemerintah KSB, untuk indeks P1 atau kedalaman kemiskinan terhadi penurunan dari 2,46 persen menjadi 2,03 persen tahun 2023 ini. Sementara untuk indeks P2 atau tingkat keparahan kemiskinan turun sebesar 0,25 persen dari 0,73 persen di tahun lalu menjadi 0,48 persen tahun ini.
Sementara pada sisi garis kemiskinan, KSB pada tahun 2023 ini mengkoreksi batasnya. Pada tahun 2022 lalu garis atau batas kemiskinan di KSB dihitung sebesar Rp518.619 per kapita/bulan sedangkan di data BPS tahun 2023 ini naik menjadi Rp565.599 per kapita/bulan.
Menanggapi hasil survei data kemiskinan terbaru dari BPS, Dr Ir H W Musyafirin, MM selaku bupati KSB mengaku cukup puas dengan hasil tersebut, mengingat tidak banyak kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang bisa menekan angka kemiskinan di wilayahnya. “Saya pikir bagus ya. Tadi saya sudah ketemu juga dengan kepala BPS dan saya bilang kisaran 12 persen itu walau tidak besar (penurunannya) tapi sudah bagus lah,” katanya.
H Firin sapaan akrab Bupati KSB juga menjelaskan, masih sulitnya menekan secara maksimal angka kemiskinan di KSB salah satu penyebabnya dikarenakan tingginya standar garis kemiskinan yang ditetapkan. Menurut bupati, sebenarnya garis kemiskinan di KSB dapat relatif sama dengan umumnya kabupaten/kota lain kecuali kota Mataram. Hanya saja diakuinya tingginya harga kebutuhan pokok harian masyarakat di KSB dipicu karena pola hidup masyarakat. “Ini pendapat saya. Masyarakat kita itu tidak banyak menawar kalau belanja. Padahal sebenarnya harganya mungkin bisa sama dengan di Dompu atau daerah lain yang standar garis kemiskinannya di bawah kita. Tapi kan hitungan kemiskinan itu (rumusnya) sudah seperti itu. Apalagi kita ini daerah yang cukup terbuka sehingga memungkinkan terjadinya biaya hidup tinggi,” ujarnya.
Kendati standar garis kemiskinan KSB mengalami kenaikan, bupati menyatakan, pemerintah tentunya akan terus berupaya mecari cara untuk menekan jumlah masyarakat miskin di daerah. Ia mengatakan, pemerintah KSB akan melalukan intervensi terhadap seluruh sektor yang dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. “Kita selama ini kan sudah intervensi hampir semua sektor perekelonomian. Mulai pertanian, peternakan, perikanan hingga UMKM. Nanti kita akan lihat mana yang belum maksimal, itu yang kita genjot lagi,” janjinya. (M-01)
