Sosialisasi Kartu KSB Maju, Bupati Minta OPD Harus Punya Inovasi
Taliwang, MediaKSB, – H Amar Nurmansyah, ST, M.Si selaku Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengakui, jika program Kartu KSB Maju belum maksimal diketahui oleh masyarakat, sehingga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu program memiliki inovasi dalam sosialisasi.
“Ada beberapa program yang tertuang dalam KSB Maju sudah dikenal luas oleh masyarakat, tetapi ada juga yang belum maksimal disosialisasikan, sehingga para OPD pengampu harus berinovasi atau memiliki tehnik baru untuk bisa menyampaikan program dimaksud kepada masyarakat,” ucapnya.
Masih keterangan H Amar, langkah awal yang bisa dilakukan masing-masing OPD dengan melakukan evaluasi, sehingga mengetahui apa yang menjadi penyebab sehingga program KSB Maju belum diketahui masyarakat. “Dalam waktu dekat akan saya minta kepada pimpinan OPD untuk menyampaikan hasil evaluasi, termasuk rencana kedepan untuk bisa menyampaikan informasi tentang program Kartu KSB Maju diketahui luas oleh masyarakat,” lanjutnya.
Dikesempatan itu H Amar mengatakan, jika dirinya mengetahui bahwa program Kartu KSB Maju ada yang belum maksimal diketahui masyarakat dari hasil survey salah satu lembaga independen. “Saya sudah terima hasil survey terbaru mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah KSB, dimana beberapa layanan dari program Kartu KSB Maju belum dikenal luas masyarakat,” tuturnya.
Mengacu hasil survei tersebut, H Amar menyebut baru dua kegiatan layanan Program KSB Maju yang dikenal luas masyarakat, yakni layanan bidang pendidikan dan layanan kesehatan. Masing-masing layanan tersebut persentase keterkenalannya mencapai 90 dan 70 persen. “Padahal layanan pendidikan itu hanya 18 persen dari masyarakat KSB sebagai penerimanya. Tapi yang kenal sudah 90 persen. Begitu juga dengan layanan kesehatan yang hampir mencapai 70 persen,” urainya.
Tingginya tingkat pengenalan masyarakat terharap dua layanan Program Kartu KSB Maju itu Bupati mensinyalir disebabkan adanya komponen jaringan yang lengkap dan rapat di bawah OPD Pengampu. Seperti layanan pendidikan yang memiliki jejaring sekolah, yaitu kepala sekolah beserta guru, tenaga kependidikan termasuk para pengawas sekolah. Demikian pula dengan layanan kesehatan yang banyak dikenalkan lewat seluruh instrumennya di fasilitas Puskesmas.
Terakhir H Amar menegaskan, jika semua OPD harus memastikan seluruh program yang menjadi tanggung jawab harus dikenal luas, sehingga masyarakat mengetahui apa saja bentuk intervensi atau dukungan pemerintah untuk masyarakat itu sendiri. (M-02)

