Jawab Keluhan Kendaraan Proyek Di Jalan Kiantar, Dishub KSB: Kami Akan Turunkan Tim

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB,- Jalan menuju Desa Kiantar akhir-akhir ini sering dikeluhkan oleh masyarakat akibat masif nya kendaraan proyek dengan ukuran yang besar mengganggu kenyamanan berkendara dan bahkan menyebabkan terganggunya lalu lintas kendaraan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), siap menerjunkan tim untuk mengawasi dan memantau laju kendaraan proyek di jalan menuju desa Kiantar. “Kami akan turunkan tim untuk menangani masalah ini,” ucap  H Abdul Hamid, M.Pd selaku kepala Dishub KSB saat dijumpai di ruangannya.

Upaya koordinasi dengan pihak perusahaan sejatinya telah dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi lalu-lalang kendaraan proyek yang dapat mengganggu pengguna jalan. “Koordinasi dengan perusahaan sudah kami lakukan, bahkan dari tahun lalu,” ujar kadis.

Abdul Hamid mengakui jika permasalahan jalan Kiantar telah menjadi bahasan yang sangat serius sejak tahun lalu. Bahkan pemerintah telah melaksanakan rapat beberapa kali dengan pihak perusahaan untuk mencari solusi bersama terkait permasalahan ini.

Beberapa komitmen yang dihasilkan adalah adalah pihak perusahaan akan memperluas bahu jalan untuk memberi ruang tambahan bagi pengendara di samping jalan. Selain itu pihak perusahaan akan mengambil jadwal operasi pada saat aktivitas jalan tidak ramai. “Kalau tidak dijalankan dan kembali seperti semula kami akan turunkan tim,” pungkasnya.

Adbul Hamid menambahkan, jika sejatinya permasalahan ini pasti akan terjadi, mengingat kondisi jalan yang memang kurang lebar dan aktivitas perusahaan yang sangat tinggi. “Wajar jika terjadi, tapi kenyamanan dan keselamatan masyarakat juga harus dipikirkan,” tutupnya.

Beberapa pengguna jalan mengakui jika kendaraan proyek yang didominasi truk-truk besar dapat mengganggu laju kendaraan lain dan bahkan berpotensi membahayakan. “Terkadang kalau menggunakan motor dibelakang truk banyak debu, kita juga sulit menyalip. Jika ada mobil dari depan ruas jalan tidak cukup, harus ada yang mengalah, belum potensi mobil tergores juga ada,” ungkap Yudi salah seorang pengguna jalan. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *