Distan KSB Lakukan Pendataan Ribuan Hektar Lahan Terancam Gagal Produksi

Taliwang, MediaKSB,- Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Pertanian (Distan) mengklaim, jika telah mulai melakukan pendataan terhadap lahan pertanian yang terancam gagal berproduksi, baik karena gagal tanam maupun gagal panen akibat cuaca ekstrem.
“Sesuai pemantauan yang dilakukan selama cuaca ekstrem, ada beberapa titik lokasi lahan pertanian yang bisa dipastikan akan gagal, lantaran sangat membutuhkan air, namun pada kondisi tersebut tidak ada hujan untuk memenuhi kebutuhan air,” ucap Idrus, SH selaku kabid tanaman pangan pada DKP KSB.
Dikesempatan itu Idrus mengakui jika cuaca ekstrim yang terjadi beberapa bulan terakhir sangat mengancam ribuan hektar pertanian terancam tidak akan berproduksi atau gagal tanam dan panen. “Berapa luas areal yang dinyatakan gagal tanam dan gagal panen belum bisa dipastikan, lantaran petugas lapangan masih melakukan pendataan,” lanjutnya.
Berdasarkan data sementara Distan KSB, potensi areal pertanian milik masyarakat yang terancam gagal produksi itu mencapai 4.056 hektare. Menurut Idrus, jika dilihat dari total areal tenaman padi di KSB pada musim tanam pertama ini sekitar 7.000 hektare. Jumlah tersebut sudah terbilang sangat besar. “Memang ada kekhawatiran akibat gagal produksi itu akan berdampak terhadap produksi beras KSB,” tuturnya.
Idrus mengatakan, pihaknya sejauh ini masih terus melakukan pendataan. Lewat petugas lapangan Distan KSB menyisir seluruh areal pertanian milik masyarakat yang kondisinya terdampak cuaca ekstrim karena curah hujan rendah. “Petugas lapangan kami masih terus bekerja mengumpulkan data. Mereka juga kita minta melakukan pemetaan wilayah mana saja yang terdampak cukup parah,” paparnya.
Untuk membantu petani yang lahannya terancam gagal tanam dan panen khususnya, pemerintah KSB sebenarnya sudah mengantisipasinya dengan pemberian asuransi. Hanya saja kata Idrus, ada kemungkinan tidak semua petani nantinya akan memperoleh klaim. Mengingat ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi untuk pencairannya. “Kami juga sedang pilah-pilah yang mana memenuhi kriteria klaim,” ujarnya.
Selain tanaman padi, Idrus menyatakan, cuaca ekstrim saat ini turut mengancam lahan pertanian jagung masyarakat. Ada sekitar 7.009 hektare tanaman jagung yang terus dipantau perkembangannya oleh Distan KSB karena sejak ditanam banyak yang tidak mendapatkan pasokan air sesuai kebutuhannya karena intensitas hujan rendah.
“Tanaman jagung kita kan banyak yang tadah hujan. Itu semua terancam gagal tanan dan panen juga,” tukas Idrus seraya menjelaskan, untuk tanaman jagung sementara ini tidak terlindungi program asurasi pertanian dari pemerintah. (M-01)
