Pemdes Rempe Beberkan Program Tahunan Desa Selama Bulan Ramadhan

Seteluk, MediaKSB,- Dalam mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan positif bagi warganya, Pemerintah Desa (Pemdes), Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), secara rutin menyelenggarakan berbagai program di bulan Ramadhan. Sebagai bagian dari kegiatan tahunan, Pemdes Rempe optimis kegiatan selama bulan Ramadhan akan sangat bermanfaat untuk masyarakat.
“Kalau kegiatan Ramadhan ada, dan sudah menjadi rutinitas di desa Rempe. Jadi setiap tahun pasti akan kami laksanakan, malah Ramadhan akan terasa berbeda jika tidak kami laksanakan,” ujar Abdul Wahab selaku Kepala Desa (Kades) sambil menggarisbawahi pentingnya kegiatan ini bagi masyarakat desa.
Menurut Abdul Wahab, bulan suci ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah dan kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan positif. “Ramadhan adalah momentum untuk meningkatkan kegiatan positif dan mendekatkan diri kepada Allah,” ucapnya.
Salah satu kegiatan yang rutin diselenggarakan adalah perlombaan untuk anak-anak tingkat SD, seperti lomba adzan dan lomba tahfidz. Abdul Wahab menjelaskan bahwa lomba-lomba ini memiliki manfaat yang besar bagi anak-anak SD dalam meningkatkan keterampilan dan kecintaannya terhadap agama.
“Lomba adzan dan tahfidz bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga merupakan sarana yang efektif untuk membentuk karakter dan memperdalam pemahaman anak-anak tentang agama Islam,” jelasnya.
Selain itu, di akhir bulan Ramadhan, Pemdes Rempe juga berencana mengadakan lomba takbir antar dusun. Kades menjelaskan bahwa kegiatan ini akan dibantu oleh Karang Taruna sebagai pelaksana lapangan. “Kegiatan Ramadhan juga sebagai ajang bagi Karang Taruna untuk mengelola kegiatan, juga sebagai tempat adek-adek mahasiswa mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan kepada masyarakat,” tuturnya.
Masih keterangan Abdul Wahab, sejatinya Pemdes Rempe juga tetap melaksanakan kegiatan halal bihalal. Namun semenjak covid melanda, kegiatan halal bihalal sudah tidak pernah dilaksanakan kembali. “Karena larangan selama covid, halal bihalal kami tiadakan. Sampai sekarang pun sudah tidak kami usulkan. Bisa saja untuk tahun depan jika ada permintaan atau usulan dari masyarakat atau generasi muda,” paparnya.
Dengan adanya berbagai program tahunan di bulan Ramadhan, Abdul Wahab berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dalam meningkatkan ibadah dan kebersamaan serta menjaga tradisi positif yang telah lama terjaga. “Harapannya kegiatan positif ini terus terjaga dan memberi manfaat yang banyak untuk masyarakat desa,” tutupnya.(M-02)

