Bupati KSB Menggelar Mutasi, Semua Jabatan Lowong Sudah Terisi

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB,- Dr Ir H W Musyafirin, MM selaku Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), telah menggelar mutasi dengan menyasar semua eselon, termasuk pengisian sejumlah jabatan lowong setingkat eselon II. Pengisian itu sendiri sesuai hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang digelar akhir tahun 2023 lalu.

Adapun pejabat baru yang mendapat promosi sebagai kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) adalah, Slamet Riadi, M.Si dipercaya sebagai kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Selanjutnya, Mars Anugerainsyah M.Si sebagai kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH). Suryaman, M.Si mendapat kepercayaan sebagai kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag).

Selain itu Bupati KSB juga melantik Camat Taliwang, Aku Nur Rahmadin M.M Inov sebagai staf ahli Bupati bidang aparatur dan kemasyarakatan, termasuk Camat Maluk, Syaripuddin sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan.

Dalam mutasi itu juga ada pergeseran pejabat eselon II, dimana Drs Burhanuddin, MM selaku kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora) bertukar posisi dengan Nurdin Rahman yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan. Pertukaran juga terjadi pada Drs Mulyadi M.Si selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah dengan H. Abdul Malik Nurdin, M.Si yang sebelumnya menjabat kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

H Firin sapaan akrab Bupati KSB dalam sambutannya mengatakan, para pejabat yang dilantik hari ini adalah mereka yang telah dipilih melalui proses seleksi ketat. “Selamat kepada yang diberikan amanah. Semoga dapat mengemban tugasnya dengan penuh tanggung jawab,” cetusnya.

Menurut bupati, jabatan yang diemban seluruh pegawai pemerintah pada dasarnya merupakan sebuah amanah. Karena itu sebagai amanah tidak elok kemudian jika disalahgunakan oleh pejabat yang diberi kepercayaan oleh pemerintah. “Jangan pernah salahgunakan jabatan bapak ibu untuk alasan apapun,” tegasnya.

Meski terkesan berat, bupati menyatakan, bukan berarti mereka yang diberi amanah jabatan harus terbebani. Apalagi hal itu hingga mengganggu kinerjanya dalam birokrasi. Bagi bupati, jabatan itu harus dijalankan dengan tanggung jawab dan kesadaran penuh. “Sebagai pejabat sikap hati-hati itu perlu sebelum mengambil keputusan. Tapi jangan takut juga. Karena kalau takut tidak ada pekerjaan yang akan selesai. Maka dari itu kalau mau ambil keputusan dipikrkan matang dan jangan sampai ada intervensi dari pikah luar. Sesuai aturan, maka putuskan,” tandasnya.

Terakhir kepada seluruh pejabat yang baru dilantik, bupati meminta agar dapat langsung menyesuaikan diri pada posisi kerjanya masing-masing. Beradaptasi dengan lingkungan kerjanya serta mempelajari seluruh tugas pokok dan fungsinya. “Ini awal tahun banyak pekerjaan pemerintah yang harus mulai dilaksanakan,” urainya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *