BAZNAS KSB Gelar Rekonsiliasi Pengumpulan Zakat, Infak dan Sedekah UPZ OPD

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar kegiatan Rekonsiliasi Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Selasa (22/7). 

Ketua BAZNAS KSB, H. M. Jafar Yusuf, S.Sos., menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan secara berkala untuk menyamakan data dan pelaporan zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan melalui UPZ masing-masing OPD.

“Rekonsiliasi ini penting sebagai bagian dari akuntabilitas publik dan penguatan sinergi antara BAZNAS dan perangkat daerah dalam upaya pengelolaan dana zakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel di daerah,” ujarnya.

Menurut  Ust Jafar, sapaan akrabnya, partisipasi aktif seluruh OPD dalam mengelola dan menyalurkan zakat melalui UPZ sangat berpengaruh terhadap capaian pengumpulan zakat di KSB.

Ketua BAZNAS kuga menyebut, tren pengumpulan zakat di KSB terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir, salah satunya berkat komitmen kuat ASN dalam menunaikan kewajiban zakat profesi.

“Dengan adanya UPZ di masing-masing OPD, potensi zakat dari kalangan ASN bisa terkelola secara lebih terstruktur. Hari ini kita cocokan data agar pelaporannya valid, serta mengevaluasi hal-hal teknis yang bisa ditingkatkan,” ungkapnya.

Rekonsiliasi ini juga menjadi forum evaluasi kinerja UPZ, termasuk dalam hal ketepatan waktu penyetoran, transparansi laporan, hingga distribusi zakat kepada mustahik. BAZNAS KSB mendorong agar setiap UPZ tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul, tetapi juga menjadi perpanjangan tangan BAZNAS dalam melakukan edukasi zakat kepada masyarakat ASN.

Selain itu, Ust Jafar juga menekankan pentingnya peningkatan literasi zakat, terutama kepada kalangan muda ASN, agar pemahaman dan kepedulian terhadap kewajiban zakat semakin meningkat.

“Zakat bukan hanya kewajiban individual, tapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial untuk mengurangi kemiskinan. Maka, pengelolaannya harus terus diperbaiki,” tutupnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *