BPBD KSB: Enam Kecamatan Berstatus Siaga Kekeringan

Taliwang, MediaKSB, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menetapkan status siaga darurat kekeringan di enam kecamatan. Status tersebut diikuti peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD KSB, Abdullah, menyampaikan penetapan status tersebut mengacu pada hasil rapat serta Surat Keputusan (SK) siaga darurat yang dikeluarkan Bupati Sumbawa Barat.
“Kalau dilihat dari hasil rapat dan SK siaga, enam kecamatan di Sumbawa Barat masuk kategori siaga darurat kekeringan. Dua kecamatan yang tidak termasuk yakni Brang Ene dan Brang Rea,” katanya beberapa waktu lalu.
Abdullah menyebut kondisi kekeringan turut meningkatkan risiko kebakaran lahan. Hasil pemantauan BPBD menunjukkan sejumlah kejadian kebakaran berdekatan dengan aktivitas pembakaran di lahan masyarakat.
“Baru-baru ini ada beberapa titik yang kami identifikasi, ada di belakang Polres, rumah di Kertasari dan beberapa kebakaran lahan akibat pembakaran sampah oleh warga,” ujarnya.
Sebagai langkah mitigasi, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah menerbitkan Surat Edaran Nomor 300.2.3/49/BPBD/2026 tentang Kewaspadaan Kekeringan serta Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla tertanggal 24 Agustus 2026.
Surat edaran tersebut menjadi pedoman bagi pemerintah kecamatan, desa, dunia usaha dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kekeringan serta mencegah terjadinya Karhutla.
“Memang sangat rawan melakukan pembakaran saat ini. Oleh karena itu, ada surat edaran dari Bupati,” katanya.
Selain ancaman Karhutla, BPBD KSB juga mengantisipasi kebutuhan air bersih di enam kecamatan yang masuk status siaga. Sejumlah wilayah telah mengajukan permohonan bantuan distribusi air bersih.
“Yang sudah tanggap itu Desa Seloto, ada masuk lagi permohonan dari Lamusung, Senayan, Desa Poto Tano dan Tambak Sari,” jelasnya.
Meski demikian, kondisi sumber air di sejumlah wilayah masih relatif tersedia. Debit air sumur rata-rata masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Rata-rata debit air sumur masih ada, tapi kita tetap melakukan mitigasi dan persiapan,” katanya.
BPBD KSB memastikan langkah antisipasi terus berjalan. Pemerintah daerah melakukan pemantauan terhadap wilayah rawan Karhutla sekaligus menyiapkan dukungan distribusi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kepada nmasyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran secara sembarangan selama kondisi kering. Mitigasi ini penting untuk menghindari kebakaran yang dapat meluas dan mengancam permukiman maupun lahan masyarakat,” tutupnya. (M-02)
