BPBD KSB : TRC Penanggulangan Bencana Paham Tugas Masing-Masing

Taliwang, MediaKSB,- Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah tuntas melaksanakan pelatihan sebagai upaya peningkatan kapasitas bagi Tim Reaksi Cepat (TRC). Kegiatan dimaksud bukan sekedar penguat tetapi juga untuk memberikan pengetahuan tambahan tentang tugas masing-masing saat terjadi bencana.
“Sebenarnya TRC KSB sudah teruji saat terjadi bencana banjir beberapa bulan lalu, dimana semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengambil peran dan tanggung jawab masing-masing, namun perlu diperkuat kembali supaya lebih paham dan tahu tugasnya,” kata Parwin S.Ip selaku kabid pencegahan dan kesiapsiagaan pada BPBD KSB.
Masih keterangan Parwin, peranan yang diberikan saat terjadi bencana itu masih sebatas tanggung jawab atas tugas sebagai aparatur, karena tidak mengetahui bahwa jabatan yang diemban langsung melekat sebagai TRC penanggulangan bencana. “Kegiatan yang kami gelar juga untuk mengingatkan, jika jabatan yang diemban termasuk sebagai anggota TRC penanggulangan bencana,” lanjutnya.
Dalam acara penutupan itu Parwin berharap kepada semua anggota TRC yang telah mengikuti pelatihan, untuk memiliki komitmen diri dan siap menjadi garda terdepan dalam penyelamatan. “Jangan sampai kita terlibat sebagai anggota TRC karena terpaksa, tetapi harus dimaknai sebagai tanggung jawab sebagai aparatur pemerintahan yang siap memberikan layanan kepada masyarakat,” ucapnya.
Sementara Mustakim, ST, MT selaku narasumber mengakui komitmen aparatur yang tergabung dalam TRC. Hal itu dibuktikan dengan kesediaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. “Selama dua hari pelaksanaan pelatihan, seluruh peserta hadir dan mengikuti rangkaian materi. Ini menjadi bukti ada komitmen diri dan siap menjadi bagian penting pemerintah dalam penyelamatan,” tuturnya.
Dikesempatan itu Mustakim mendorong para peserta, agar mulai melakukan analisa serja kajian tentang ancaman bencana yang akan terjadi, sehingga bisa dijadikan dasar bagi pemerintah dan masyarakat dalam pencegahan, termasuk mengatisipasi adanya korban jiwa dari bencana tersebut. “Paling tidak perkuat komitmen diri untuk menjadi garda terdepan,” pintanya. (M-02)
