Bupati KSB Akui Sedang Lakukan Kajian Untuk Beli Saham PT. AMMAN

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB,- Dr Ir H W Musyafirin, MM selaku Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengakui, jika ada rencana pemerintah daerah untuk membeli saham milik PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). Keinginan itu sudah pernah disampaikan secara terbuka, namun saat ini masih dalam proses kajian terlebih dahulu.

“Sedang dilakukan kajian tentang rencana untuk membeli saham milik PT. AMMAN. Hal itu sebagai bentuk alternatif investasi jangka panjang bagi daerah, termasuk investasi daerah melalui penyertaan modal di Bank NTB Syariah,” kata H Firin sapaan akrab orang nomor satu di Bumi Pariri Lema Bariri itu.

Dikesempatan itu H Firin mengaku sangat berpeluang KSB membeli saham perusahaan tambang tersebut. Mengingat, dalam beberapa tahun terakhir kemampuan fiskal daerah kian membaik. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai rencana daerah mengembangkan sejumlah infrastruktur daerah yang bertujuan untuk menunjang aktivitas perekonomian masyarakat dan berbagai investasi yang akan hadir ke KSB ke depannya.

Masih keterangan H Firin, lantaran saat ini masih dalam kajian untuk membeli saham dimaksud, pihaknya belum bisa menyampaikan berapa persen yang menjadi target, termasuk tidak ingin menyebutkan mekanisme pembelian. “Kita tunggu saja hasil kajian,” tuturnya.

Sebagai informasi, proses pembelian saham perusahaan tambang pernah terjadi waktu operasional penambangan oleh PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Bahkan pemerintah KSB sempat memiliki saham bersama pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kabupaten Sumbawa melalui proses divestasi saham dengan menggandeng PT Multi Capital. Namun kepemilikan saham tidak bertahan lama atau seiring PT NNT menjual hak kelola blok tambang Batu Hijau ke PT AMMAN.

Jika pemerintah KSB berniat memiliki saham PT AMMAN, dipastikan  mekanismenya berbeda. Sebagaimana diketahui saham PT AMNT lewat induk usahanya PT Amman Mineral Internasional (AMMN) tbk resmi dijual ke publik melaui IPO (Initial Public Offering) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhitung 7 Juli 2023 lalu. Dimana sejak diperdagangkan, saham milik Grup Salim ini terus menguat. Bahkan masuk menjadi salah satu dari empat saham dengan kinerja terbaik di BEI dan nilainya melejit hingga 274,63 persen dari nilai pertama saat IPO pada Juli 2023 lalu. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *