Bupati KSB Hadiri Panggung Gembira Pondok Pesantren Al-Ikhlas

Bagikan ke :

Media KSB-Taliwang, – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr Ir H W Musyafirin, MM ikut hadir dalam acara, Panggung Gembira 640 (PG) yang dilaksanakan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang. Kegiatan yang mengangkat tema, dengan ilmu, iman dan amal wujudkan generasi izzah berjuang di jalan Allah, melibatkan ratusan santri dan santriahnya Al-Ikhlas Taliwang International Islamic Boarding School itu sendiri.

H Firin sapaan akrab Bupati KSB dikesempatan itu menyampaikan rasa kagum dan bangga atas penampilan dan pertunjukan yang digelar santri dan santriah Ponpes Al-Ikhlas. “Kegiatan yang dilaksanakan ini bisa menjadi bukti bahwa KSB memiliki lembaga pendidikan yang maju,” ucapnya 

Lanjut H Firin, kemajuan suatu lembaga pendidikan dapat dilihat dari kegiatan ekstrakurikulernya, Ponpes Al-Ikhlas pada malam hari ini menggelar pertunjukkan seperti ini semakin maju dan luar biasa. “Ini menunjukkan kwalitas pendidikan yang maju, kita di KSB patut bangga punya Ponpes Al-Ikhlas, Wali murid mesti senang menyekolahkan anak-anaknya di Ponpes Al-Ikhlas ini, sejak lama saya pantau Pondok ini dan dengan lembaga pendidikan tinggi satu-satunya di KSB makin maju, ini patut kita dukung bersama siapa lagi kalau bukan kita,” ungkapnya.

Dr Lalu Mujahid Imaduddin, SH.I., M.Ag selaku pimpinan harian Ponpes Al-Ikhlas Taliwang menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan adalah sarana bagi para santri untuk mengeksplor minat dan bakat dan Panggung Gembira juga membawa misi dakwah kepada masyarakat luas yang dikemas dalam paket lengkap penampilan yang mendidik, menghibur, elegan dan nyaman dinikmati. “Santriah yang langsung menjadi panitia pelaksana kegiatan,” akunya.

Ustad Imad sapaan akrabnya mengaku sangat apresiasi dan bangga, dimana dari rutinitas sebagai santri/ah, tetap bisa mempersiapkan semua kebutuhan dalam rangka menyukseskan kegiatan ini, baik pendanaan dan pencariannya, pembuatan background, dekorasi panggung, editing vidio audio, konsep acara dan lain sebagainya mereka mengurusinya sendiri. “Inilah pola pendidikan yang disebut dengan learning by doing,” tandasnya.

Dr KH Zulkifli Muhadli, SH, MM selaku Pimpinan Ponpes Al-Ikhlas mengaku bahwa pembenahan diri Ponpes juga dalam mutu pendidikan, dimana bisa menghadirkan guru-guru yang memiliki kompetensi untuk mengabdi di Pondok. “Kami memiliki guru Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan juga beberapa guru lainnya yang merupakan tamatan luar negeri,” bebernya.

Disampaikan Buya sapaan akrabnya, jika Ponpes Al-Ikhlas saat ini sedang memadukan pendidikan agama dan tekhnologi digital untuk menambah wawasan, kemudian kemampuan berbahasa arab dan inggris anak-anak ini kedepan semakin berkwalitas dengan adanya tenaga pengajar baru, perpaduan ilmu inilah yang akan menjdi bekal bagi anak-anak kedepan setelah tamat dari Pondok dan terjun ke tengah masyarakat. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *