Data BPS, Pemerintah KSB Berhasil Menekan Angka Kemiskinan
Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dinyatakan berhasil menekan angka kemiskinan. Hal itu dibuktikan dengan data milik Badan Pusat Statistik (BPS) yang merupakan hasil Susenas Konsumsi Pengeluaran (Susenas KP) Maret 2025. Dimana, angka kemiskinan dari 12,23 persen pada 2024 menjadi 10,98 persen atau turun satu digit.
Sekda KSB, drh Hairul, MM menuturkan, jika banyak faktor pendukung yang membuat pemerintah KSB berhasil menekan angka kemiskinan, terutama berbagai program yang telah dilaksanakan pemerintah melalui seluruh perangkat daerah. “Pemerintah KSB memiliki strategi yang dituangkan dalam program jangka panjang, jangka menengah maupun jangka pendek, termasuk didalamnya program pemberdayaan dan perlindungan,” ucapnya.
Masih keterangan Hairul, meskipun pemerintah KSB diakui sudah mampu menekan angka kemiskinan, upaya serius tetap akan dilaksanakan secara maksimal, terutama dalam pelaksanaan program untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. “Komitmen kuat yang terbangun pemerintah KSB adalah bekerja keras untuk masyarakat,” lanjutnya.
Dikesempatan itu Hairul mengakui sangat optimis dapat terus menurunkan angka kemiskinan di masyarakat, karena data yang dijadikan acuan adalah hasil survei BPS awal tahun, jadi belum masuk program Kartu Sumbawa Barat Maju. “Kita tunggu saja hasil survey terbaru dan diyakini berhasil juga menekan angka kemiskinan,” tandasnya dengan optimis.
Optimisme terus menurun angka kemiskinan juga didasari komitmen dan keseriusan pemerintahan dibawah komando H Amar Nurmansyah sebagai Bupati dan Hj Hanipah sebagai Wakil Bupati, dimana telah menyiapkan berbagai program inovasi pemberdayaan terhadap masyarakat atau bisa dikatakan sangat fokus mengintervensi elemen-elemen penyebab kemiskinan di masyarakat.
Sebagai informasi, penurunan hingga 1,25 persen itu bisa dibilang sebagai pencapaian terbaik KSB dalam lima tahun terakhir. Sebab dalam catatan, beberapa tahun belakangan ini Pemda KSB rata-rata hanya mampu menurunkan jumlah masyarakat miskinnya pada kisaran 0,5 hingga 0,7 persen.
Capaian itu juga terlihat kuat jika disandingkan dengan data hitungan garis kemiskinan (rupiah/kapita/bulan) yang ditetapkan sebagai acuan perhitungan oleh BPS. Dari tahun 2024 sebesar Rp611.142 kini garis kemiskinan KSB naik sebesar Rp629.139. Dan sebagai catatan, garis kemiskian KSB itu menempati urutan kedua di NTB setelah kota Mataram yang nilainya mencapai Rp689.992/kapita/bulan.
Pada sisi indeks kedalaman kemiskinan, angka KSB turut terkoreksi dari 2,33 persen tahun sebelumnya menjadi 2,17 persen. Namun soal indeks keparahan kemiskinan, KSB mengalami stagnasi. Angkanya masih berada di 0,65 persen. Menurut catatan BPS angka tersebut masih cukup tinggi dan belum kembali pada level terendahnya seperti capaian KSB di tahun 2023 yakni sebesar 0,48 persen. (M-02)

