Desa Rempe Usulkan Perbaikan Infrastruktur dan Irigasi dalam Musrenbang 2025

Bagikan ke :

Seteluk, MediaKSB, – Pemerintah Desa Rempe, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mengajukan sejumlah usulan prioritas pembangunan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2025. Usulan tersebut difokuskan pada perbaikan infrastruktur jalan, pengamanan tebing sungai, hingga peningkatan sistem irigasi untuk pertanian.

Kepala Desa Rempe, Abdul Wahab, menjelaskan, usulan tersebut berdasarkan kebutuhan mendesak masyarakat yang selama ini terdampak langsung oleh kondisi infrastruktur dan lingkungan yang kurang memadai.

“Musrenbang ini kami jadikan sebagai momentum untuk menyuarakan kebutuhan riil masyarakat, yang memang sangat membutuhkan perhatian, terutama dari sisi infrastruktur dasar,” ujarnya pada, Jumat (24/5).

Usulan prioritas pertama yang diajukan adalah perbaikan jalan lingkungan di Dusun Rempe Beru dan Dusun Sampir dengan metode hotmix. Jalan sepanjang ±500 meter ini setiap harinya dilalui oleh lebih dari 1.200 warga. Kondisinya yang rusak parah dinilai telah mengganggu mobilitas masyarakat.

Selanjutnya, Desa Rempe juga mengusulkan pemasangan bronjong sepanjang 1.000 meter di kawasan aliran sungai Ai Belo. Derasnya arus sungai telah mengikis tebing dan menyebabkan kerusakan pada lahan persawahan milik warga seluas 15 hektar.

“Jika tidak segera ditangani, bukan hanya sawah warga yang terdampak, tapi juga potensi banjir dan pendangkalan sungai akan semakin parah,” ungkap Wahab.

Untuk usulan prioritas ketiga, Pemdes meminta perbaikan akses jalan menuju area pemakaman “Kuburan Beduk” di Dusun Sampir sepanjang ±200 meter. Jalan ini digunakan warga setiap melakukan kegiatan pemakaman.

Selain itu, jalan utama kabupaten yang melewati Desa Rempe juga menjadi perhatian Pemdes. Jalan sepanjang ±1.000 meter tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat yang kini dalam kondisi rusak dan berlubang.

“Pertimbangan usulan disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat desa Rempe, semoga bisa menjadi perhatian pemerintah daerah,” terangnya.

Usulan terakhir berkaitan dengan sektor pertanian. Pemdes Rempe melaporkan terjadinya penurunan produksi pada masa tanam kedua di lahan pertanian Uma Subuh akibat kekurangan air. Sebanyak 50 hektare sawah terdampak dan menyebabkan petani mengalami gagal panen.

“Kami berharap semua usulan ini bisa masuk dalam prioritas kabupaten dan direalisasikan pada program pembangunan daerah tahun ini atau tahun depan, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Rempe,” pungkas Kades. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *