Dikbud KSB Siapkan Guru dan Pos Anggaran Sebelum Aturan Bahasa Inggris Berlaku

TALIWANG, MEDIAKSB – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyiapkan kompetensi guru dan anggaran pelatihan untuk mendukung penerapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD. Kebijakan tersebut direncanakan mulai diterapkan pada 2027.
“Sebagai persiapan, kami sudah memprogramkan pelatihan guru itu. Untuk menyongsong program ini, kami juga sudah menganggarkan,” kata Kepala Dikbud KSB, Agus saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (07/10/2016).
Agus menyebut, persiapan menghadapi regulasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut telah berjalan meski aturan tertulisnya belum terbit. Kurikulum dan silabus mata pelajaran pun hingga kini belum tersedia.
“Ini baru sebatas narasi yang berkembang terkait pernyataan menteri. Tertulisnya belum ada, nanti pasti diatur dengan Peraturan Menteri,” ujarnya.
Dari sisi anggaran, pelatihan dari kementerian akan berjalan beriringan dengan pelatihan yang dibiayai daerah. Jumlah guru yang menjadi sasaran dirinci oleh bidang terkait di Dikbud.
“Kementerian pasti akan melaksanakan pembekalan atau pelatihan, nanti intervensi APBD juga ada. Kami sudah anggarkan,” paparnya.
Skenario yang disiapkan Dikbud ialah membekali guru kelas, bukan mendatangkan atau merekrut guru mata pelajaran baru. Agus mengakui rata-rata guru SD di Sumbawa Barat tidak berlatar belakang pendidikan bahasa Inggris.”Guru kelas yang mengajar di kelas 3, ini akan kita bekali,” jelasnya.
Senada dengan Kadis, Kepala Bidang SD pada Dikbud KSB, Muhlisin menegaskan, kesiapan daerah bertumpu pada kemauan guru yang sudah ada untuk meningkatkan kemampuan di bidang Bahasa Inggris, bukan merekrut baru.
“Tidak merekrut guru baru yang background Inggris, tapi bagaimana teman-teman guru yang ada itu mau meningkatkan kapasitas,” tuturnya.
Dari sisi metode ajar, Muhlisin meminta pembelajaran bahasa Inggris berlangsung lebih fleksibel dan tidak menakutkan bagi siswa. Guru juga didorong membiasakan diri berbahasa Inggris, termasuk lewat satu hari wajib berbahasa Inggris bagi sesama pendidik dan tenaga kependidikan.
“Bagaimana kita ciptakan suasana nyaman. Anak merasa nyaman dengan kita, secara otomatis dia akan tertarik untuk belajar,” ungkapnya.
Muhlisin juga meminta guru yang sudah dilatih menyebarkan ilmunya kepada rekan di sekolah, sebab guru sekolah bekerja sebagai satu tim bukan individu. “Sebaik apa pun bimtek atau pendidikan yang didapatkan, kalau tidak kita pakai, sia-sia, apalagi ini bahasa Inggris,” tegasnya. (M-02)
