RSUD Asy-Syifa Perkuat Dialog KSB Sadar STBM di Seteluk Tangah

Bagikan ke :
MEDIAKSB - dialog pemicu KSB Sadar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Seteluk Tangah, Rabu (07/10/2026) (Foto: RSUD Asy-Syifa)
MEDIAKSB – dialog pemicu KSB Sadar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Seteluk Tangah, Rabu (07/10/2026) (Foto: RSUD Asy-Syifa)

SETELUK, MEDIAKSB – RSUD Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) perkuat dialog pemicu KSB Sadar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Seteluk Tangah. Dalam kegiatan tersebut, Narasumber dari RSUD Asy-Syifa menekankan peran pengawas kecamatan dan desa dalam mengawal data serta tindak lanjut temuan di lapangan.

“Pengawas kecamatan dan pengawas desa memiliki peran untuk memastikan data dan capaian terus diperbarui secara berkala serta memastikan setiap temuan memiliki tindak lanjut yang jelas,” kata Direktur RSUD Asy-Syifa, Andy Suhaeri yang juga bertindak sebagai narasumber beberapa waktu lalu.

Andy menjelaskan, pembentukan Tim Kerja KSB Sadar STBM mengacu pada surat keputusan Bupati. Setiap pengawas, baik dari kecamatan maupun desa, memiliki peran masing-masing dalam tim tersebut.

Direktur RSUD Asy-Syifa memaparkan, pelaksanaan KSB Sadar STBM menggunakan lima tahapan yang saling berkesinambungan. Tahapan itu meliputi Segmentasi Risiko, Aktivasi Pengawas dan Penggerak, Dialog Pemicuan, Aksi Lima Pilar, serta Review dan Penguatan.

Setelah pemicuan, masyarakat didorong melaksanakan aksi pada lima pilar STBM. Pilar pertama ialah stop buang air besar sembarangan, disusul cuci tangan pakai sabun (CTPS).

“Tiga pilar lainnya mencakup pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pengamanan limbah cair rumah tangga,” jelasnya.

Kepala Bidang Komunikasi, Informasi Publik dan Rekam Medik RSUD Asy-Syifa, Kalsum, menambahkan, pengawasan program diarahkan agar persoalan yang ditemukan di lapangan tidak berulang.

Menurut Kalsum, setiap persoalan juga harus memiliki penanggung jawab dan batas waktu penyelesaian. Temuan itu nantinya harus dilaporkan melalui mekanisme yang sudah ditetapkan.

“Kunjungan lapangan dan spot-check harus dilakukan secara proporsional bersama tenaga teknis,” tegasnya.

Kalsum mengingatkan kepada setiap pengawas agar tetap menjaga sikap dan etika ketika turun ke tengah masyarakat. “Etika pengawasan juga perlu diperhatikan dengan tidak mempermalukan masyarakat serta manipulasi data,” tutupnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *