Labuhan Kertasari Gelar Sosialisasi KSB Sadar STBM

Bagikan ke :
MEDIAKSB – Sosialisasi KSB Sadar STBM di desa Labuhan Kertasari, Rabu (07/10/2026). (Foto: Diskominfo KSB)

TALIWANG, MEDIAKSB – Pemerintah Desa Labuhan Kertasari bersama Tim Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kecamatan dari Puskesmas Taliwang II menggelar Sosialisasi KSB Sadar STBM, Rabu (7/10/2026). Kegiatan itu sekaligus menjadi persiapan desa menghadapi Lomba STBM.

Kepala Puskesmas Taliwang II, Sujiman, memimpin sosialisasi tersebut bersama sanitarian, petugas Pustu, bidan desa, dan perawat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyambut program daerah KSB Sadar STBM.

“Sosialisasi juga diarahkan untuk mendorong kesadaran warga terhadap sanitasi dan kebersihan lingkungan. Pengelolaan air bersih dan sampah juga masuk sebagai materi pokok,” katanya.

Dalam kegiatan itu, peserta menyepakati pendataan tingkat desa selama tiga hari, mulai hari Rabu hingga Jumat. Tim pendata terdiri atas AGR, kader Posyandu, dan Ketua RT dengan pendampingan bidan serta perawat Pustu.

Petugas mendata berdasarkan letak geografis, dimulai dari satu wilayah lalu berurutan dari ujung ke ujung. Unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) turut dilibatkan sesuai kebutuhan untuk mendukung pengawasan di lapangan.

Empat dusun menjadi sasaran, yakni Dusun Kertasari, Padak, Labuhan, dan Boneputeh. Sejumlah titik di wilayah itu dinilai membutuhkan perhatian, terutama soal akses air bersih dan pengelolaan sampah.

Penilaian tersebut berasal dari pendalaman Tim Pengawas Desa bersama Kepala Desa Labuhan Kertasari, Syarifuddin, sehari sebelumnya. Sebagian besar warga Boneputeh masih mengandalkan sumur, dan persoalan serupa ditemukan di Dusun Kertasari.

Program PAMSIMAS yang berjalan pada 2024 belum memberi hasil maksimal karena debit air terbatas. Sementara itu, warga sudah memiliki tempat sampah, tetapi edukasi pemilahan sampah masih perlu diperkuat.

Armada pengangkut sampah sudah tersedia sehingga pengangkutan relatif berjalan baik.Kebersihan kawasan wisata ikut menjadi perhatian dalam persiapan lomba. Tempat sampah perlu ditambah di sepanjang garis pantai, seperti kawasan Gelampar dan Ballona.

Meski begitu, kebersihan destinasi wisata dinilai tidak hanya penting untuk lomba. Kondisi itu harus dijaga berkelanjutan agar lingkungan sehat, nyaman, dan menarik bagi wisatawan.

Pemuda desa dan pelaku UMKM wisata disebut berperan aktif mendukung program ini. Para pemuda aktif memberi masukan kepada pemerintah desa dan terlibat dalam aksi bersih pantai.

Hasil pendataan akan menjadi dasar penentuan kebutuhan dan prioritas intervensi di empat dusun. Tim juga akan memperkuat edukasi STBM bagi warga, pemuda, pelaku UMKM, dan pengelola wisata.

Melalui kolaborasi tersebut, KSB Sadar STBM diharapkan tidak berhenti pada pendataan maupun lomba. Program ini diharapkan menjadi gerakan bersama yang memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *