Diskominfo KSB: KIM Diarahkan Jadi Sarana Promosi UMKM dan Potensi Daerah

TALIWANG, MEDIAKSB – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengarahkan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) menjadi sarana promosi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta potensi lokal.
Kepala Diskominfo KSB, Dedy Damhudy M. Khatim menjelaskan, KIM dibentuk dari, oleh, dan untuk masyarakat dengan pola komunikasi yang lebih partisipatif. Komunitas tersebut bertugas menghimpun dan menyebarkan informasi warga sekaligus mengangkat potensi lokal yang ada di wilayahnya masing-masing.
“Harapannya, kelompok-kelompok yang ada dalam masyarakat bisa menjadi pengelola informasi,” ujar Dedy saat membuka kegiatan sosialisasi pemberntukan KIM beberapa waktu lalu.
Pembentukan KIM pada tahun 2026 difokuskan di Kecamatan Brang Ene. Wilayah tersebut merupakan salah satu lokus Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa pada Klaster Pertanian, Peternakan, dan Pariwisata Kerakyatan. Kecamatan tersebut menjadi sasaran kedua setelah Taliwang.
“KIM di Brang Ene diharapkan ikut mengangkat potensi lokal melalui informasi yang dihimpun dan disebarkan warga sendiri. Di tingkat desa, keberadaan komunitas ini juga dapat memperkuat ketersediaan informasi dan data pendukung,” papar Dedy.
Selain mendukung promosi UMKM dan potensi lokal, Diskominfo KSB mengarahkan KIM menjalankan sejumlah peran lain. Komunitas itu disiapkan menjadi wadah penyalur aspirasi warga sekaligus sarana edukasi digital bagi masyarakat.
Dedy turut menyoroti derasnya arus komunikasi saat ini yang menuntut semua pihak bergerak cepat. Menurut dia, masyarakat tidak cukup hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga perlu mengelolanya secara cermat dan menyampaikannya dengan bertanggung jawab.
“Arus komunikasi saat ini sangat cepat. Kita juga dituntut untuk cepat, tetapi cepat saja tidak cukup,” tuturnya.
Untuk membekali para pengelola, sosialisasi dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis Pengelolaan Website KIM. Sesi itu bertujuan memperkuat kapasitas mereka dalam mengelola informasi komunitas melalui laman tersebut.
KIM juga diarahkan memperkuat keterbukaan informasi publik di daerah. Dedy berharap kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis itu memperluas ruang keterbukaan bagi masyarakat Sumbawa Barat.
“Mudah-mudahan dari kegiatan ini kita semakin membuka ruang seluas-luasnya terhadap keterbukaan informasi publik,” kata Dedy.
Sebagai informasi, pembentukan KIM di Brang Ene melanjutkan upaya serupa pada tahun 2025. Saat itu, Pemerintah KSB lebih dulu membentuk KIM di Kecamatan Taliwang sebagai langkah awal. (M-01)
