Disparpora Ajak Pemuda KSB Jadi Motor Pariwisata

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengajak pemuda menjadi motor pengembangan pariwisata daerah. Pemuda dinilai memiliki kemampuan dan kreativitas yang dapat dikembangkan untuk menjawab berbagai kebutuhan sektor pariwisata di tengah meningkatnya potensi wisata KSB.
Kepala Disparpora KSB, Nurdin Rahman, mengatakan pemuda perlu mengambil peran lebih aktif dalam pengembangan pariwisata. Menurut Kadis, kemampuan pemuda di berbagai bidang akan lebih bermanfaat jika dihimpun dalam komunitas dan diarahkan untuk menjawab persoalan di lapangan.
“Sekarang pemudanya cerdas, pintar-pintar, tapi pintar sendiri-sendiri. Berkomunitas ini masih sangat kurang di KSB,” katanya kepada media ini beberapa waktu lalu.
Nurdin mendorong pemuda dengan keahlian berbeda untuk saling bergabung. Keahlian teknologi informasi, kuliner, manajemen, seni hingga lingkungan dinilai dapat menjadi kekuatan jika dikelola dalam satu kolaborasi.
Nurdin juga berharap komunitas kepemudaan yang ada di KSB tidak berjalan sendiri-sendiri. Kelompok seni, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), karang taruna dan komunitas lingkungan dapat mengambil bagian dalam membangun ekosistem pariwisata yang melibatkan masyarakat.
“Bagaimana membawa teman yang hebat di IT, kuliner, manajemen ini bergabung dalam komunitas yang solid untuk bersama memajukan pariwisata. Menjawab permasalahan di lapangan tentang pariwisata kerakyatan,” ujarnya.
Keterlibatan pemuda tersebut sejalan dengan konsep pariwisata kerakyatan yang sedang didorong pemerintah daerah. Konsep ini diarahkan agar pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di desa.
Pemerintah daerah, kata Nurdin, akan menyiapkan fasilitas yang nantinya dapat dimanfaatkan kelompok masyarakat, termasuk pemuda dan karang taruna. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi sekaligus meningkatkan pendapatan.
Menurut Nurdin, masyarakat juga perlu mendapatkan edukasi sebelum perkembangan pariwisata semakin besar. Warga perlu memahami cara mengelola potensi, mencari dan melayani wisatawan, menjaga lingkungan, mengelola sampah serta mempertahankan kehidupan sosial masyarakat.
“Ada edukasi dan ada proteksi, jadi sebelum masuk investasinya, masyarakat kita nanti sudah siap,” harapnya.
Nurdin menilai kesiapan tersebut penting seiring terbukanya peluang investasi dan meningkatnya kunjungan wisatawan dari berbagai daerah. Pemerintah tidak ingin masyarakat belum siap ketika perkembangan pariwisata mulai bergerak lebih cepat.
Dalam penyusunan rencana induk pariwisata, Disparpora KSB juga telah menyesuaikan program dengan kondisi dan kebutuhan daerah. Pemerintah daerah telah bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Mataram (UNRAM) untuk menganalisis dan mengkasi potensi pariwisata daerah secara ilmiah.
“Kita akan sesuaikan dengan karakter daerah kita, bukan mengikut daerah lain,” tegas Nurdin.
Kolaborasi pemerintah, pemuda, komunitas dan masyarakat diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun pariwisata KSB yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. (M-03)
