Disparpora KSB Lakukan Survei Objek Wisata Rafting Di Bintang Bano

Taliwang, MediaKSB- Untuk meningkatkan daya tarik wisata di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) KSB bersiap membuka petualangan seru arung jeram yang berlokasi di Bendung Bintang Bano. Survei lokasi juga telah dilakukan bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KSB.
“Survei awal sudah kami lakukan pada tanggal 21 April, dilanjutkan konsolidasi dan survei lanjutan pada 1 Mei untuk pemantapan dan pendokumentasian ulang,” ujar Rahadian selaku Sekretaris Disparpora KSB saat dikonfirmasi di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Dikatakan Rahadian, pembukaan objek wisata rafting atau arum jeram ini bertujuan untuk menambah alternatif objek wisata sungai yang ada di Sumbawa Barat.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa daerah kita sangat kaya dengan wisata pantainya, tapi jangan lupa bahwa kita juga punya sungai yang tidak kalah indah dengan daerah lain. Potensi ini yang sedang coba kami angkat,” katanya.
Terkait jalur rafting yang sedang ditinjau, Rahadian menyampaikan wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan dan pengalaman yang berbeda. Tak hanya itu, jarak antara titik mulai hingga finish terbilang cukup panjang.
“Jalur rafting ini membentang kurang lebih tiga kilometer, dimulai dari Bendung Bintang Bano dan berakhir di Jembatan Limbas Bangkat Monteh, dengan perkiraan waktu tempuh sekitar satu setengah jam, jadi cukup panjang,” paparnya.
Untuk menjamin keselamatan wisatawan, Rahadian menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan segala peralatan dan tindakan keselamatan yang diperlukan. Hal ini mencakup tempat atau spot pengamatan yang telah ditentukan.
Selain itu, Rahadian juga mempersiapkan pelatihan bagi instruktur yang akan memandu dan mengendarai perahu saat kegiatan rafting dilakukan.
“Ada juga pelatihan bagi instruktur atau pengemudi perahu karet, mereka harus memiliki izin atau lisensi. Perlengkapan lainnya juga sedang kami persiapkan,” imbuhnya.
Rahadian juga menyampaikan, pemerintah daerah juga terbuka untuk menjalin kerja sama dengan pihak swasta dalam pengelolaan fasilitas objek wisata tersebut. Ia juga menekankan pentingnya upaya kolektif dalam pengembangan dan pemeliharaan tempat-tempat wisata yang ada di Sumbawa Barat.
“Kami menawarkan kerjasama dengan swasta untuk pengelolaan lebih lanjut. Bantuan berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam pengembangan dan pengelolaan objek wisata. Yang terpenting saat ini, kami siapkan perlengkapan dan lokasinya, kemudian kami tawarkan bagi siapa yang ingin berinvestasi,” tuturnya.
Ditanya soal kapan waktu objek wisata rafting akan dibuka, Rahadian menyampaikan bahwa saat ini Disparpora masih dalam tahap melengkapi seluruh perlengkapan yang diperlukan, termasuk mencari investor yang bersedia menjadi mitra pemerintah.
“Untuk pembukaan saat ini masih dalam tahap persiapan, kami juga sedang membuka peluang bagi investor yang mau bekerjasama. Kemungkinan besar sudah bisa berjalan tahun ini,” harapnya. (M-04)

