Distan KSB Siapkan Strategi Antisipasi Kekurangan Pupuk Subsidi

Taliwang, MediaKSB,- Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Pertanian (Distan), mengklaim telah menyiapkan strategi dalam rangka mengantisipasi adanya kekurangan pupuk subsidi untuk memenuhi kebutuhan petani sepanjang tahun 2024, karena jatah pupuk subsidi yang dialokasikan pemerintah pusat untuk wilayah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkurang dari tahun sebelumnya.
“Kouta pupuk subsidi untuk wilayah KSB sekitar 6.233 ton, sementara target luas tanam 9.357 hektar padi dan sekitar 1.000 hektar jagung, jadi sangat dipastikan tidak akan mencukupi,” ucap Ir Muhammad Saleh M.Si selaku kepala Distan KSB.
Lanjut Saleh sapaan akrabnya, strategi yang disiapkan itu sendiri adalah memaksimalkan penggunaan pupuk di musim tanam awal tahun 2024 ini. “Musim tanam perdana menjadi puncak kegiatan tanam petani setiap tahunnya. Saat itu kebutuhan pupuk dipastikan akan melonjak drastis. Agar kemudian petani tidak kekurangan pupuk, maka alokasi pupuk musim tanam kedua akan dimaksimalkan di musim tanam yang sedang berlangsung saat ini,” lanjutnya.
Diakui Saleh bahwa dengan menarik jatah pupuk musim tanam kedua ke musim tanam pertama sekarang menjadi salah satu strategis. Dengan begitu kita bisa memenuhi kebutuhan pupuk petani terkini. Itu strategi pertama yang akan kami jalankan,” ungkapnya.
Strategi kedua, mengevaluasi lahan pertanian di musim tanam kedua dan ketiga. Saleh menyebut lahan-lahan pertanian yang tidak memungkinkan untuk ditanami, maka jatah pupuknya akan dialihkan ke lahan-lahan yang masih bisa melaksanakan kegiatan tanam. “Kalau kita lihat kondisi cuaca tahun ini, kemungkinan akan ada banyak petani yang tidak bisa menanam padi di musim kedua dan ketiga. Nah jatah pupuk mereka itu kita alihkan lagi,” paparnya.
Terlepas dari strategi yang telah disiapkan itu, Saleh menuturkan, alokasi pupuk subsidi secara nasional sebenarnya masih ada kemungkinan bertambah. Baru-baru ini kata dia presiden Joko Widodo telah mengisyaratkan akan memberikan anggaran tambahan kepada Kementerian Pertanian (Kementan) khusus pembiayaan pupuk subsidi. “Katanya berapa belas triliun kan akan ditambah. Artinya kan kekurangan kita di daerah sekarang ini bisa ada tambahan lagi. Tapi kita tetap harus punya strategi untuk mengantisipasi segala kemungkinan terburuk,” tukasnya seraya menambahkan, solusi lain yang bisa dilakukan pihaknya adalah menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
“Kalau strategi kita tidak bisa mengatasi kekurangan dan bantuan pusat juga tidak ada realisasinya. Kita bisa pakai anggaran daerah (APBD) yang penting kebutuhan pupuk petani bisa terpenuhi. Itu intinya,” imbuh Saleh. (M-02)
