Dukung Ketahanan Pangan, Diskan KSB Perkuat Budidaya Ikan Air Tawar

Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Perikanan (Diskan) terus mendorong penguatan sektor perikanan budidaya sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan daerah.

Salah satu langkah konkret yang tengah dipersiapkan adalah penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk pengembangan budidaya ikan air tawar di sepanjang saluran irigasi Bendungan Bintang Bano dan Tiu Suntuk.

Kepala Diskan KSB melalui Kepala Bidang (Kabid) Perikanan dan Budidaya, Ahlul Afwan menyampaikan penyusunan DED direncanakan pada tahun 2026 mendatang. Dengan potensi dua bendungan besar yang ada, pemanfaatan lahan yang tidak cocok untuk pertanian harus dilakukan.

“Insyaallah tahun depan kita buat DED-nya,” ujarnya, Jumat, 25 Juli 2025. Potensi perikanan budidaya di sekitar saluran irigasi dua bendungan tersebut sangat besar, terutama karena terdapat banyak lahan yang tidak cocok untuk pertanian namun bisa dimanfaatkan untuk kolam ikan,” bebernya.

Langkah ini merupakan bentuk ekstensifikasi sektor perikanan, di mana budidaya ikan tidak lagi terbatas pada kawasan-kawasan yang selama ini dianggap lazim, tetapi merambah ke area-area baru yang sebelumnya tidak tergarap.

“Daripada mubazir, saluran bendungan sudah dibangun tapi lahan di sekitarnya tidak bisa ditanami. Lebih bagus dimanfaatkan untuk kolam budidaya ikan,” jelas Kabid.

Afwan menambahkan, pemanfaatan saluran irigasi untuk budidaya ikan tidak hanya meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.

“Bayangkan saja saluran bendungan Bintang Bano yang sampai ke Kecamatan Poto Tano. Berapa luas lahan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Selain itu, Dinas Perikanan juga mengantisipasi potensi konflik dalam pemanfaatan air dengan merancang DED secara komprehensif. Hal ini penting untuk memastikan keselarasan antara kebutuhan petani dan pembudidaya ikan.

“DED ini penting agar tidak terjadi benturan dalam penggunaan air antara petani dan pembudidaya,” ujarnya.

Dukungan terhadap ekspansi ini juga ditopang oleh keberadaan Balai Benih Ikan (BBI) Tepas yang telah dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi NTB. BBI ini akan memenuhi kebutuhan bibit ikan bagi para pembudidaya dan disiapkan menjadi pusat produksi bibit air tawar skala regional.

“Pengelolaan BBI Tepas itu akan menjadi cikal bakal industrialisasi bidang perikanan kita. Dan untuk BBI kita akan mulai benahi juga mulai tahun depan,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, KSB dinilai selangkah lebih maju dalam menciptakan ekosistem perikanan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pemerintah berharap strategi ini dapat meningkatkan kemandirian pangan sekaligus menumbuhkan ekonomi masyarakat. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *