Inovasi Layanan Kesehatan KSB Jadi Rujukan Kepala Dikes se-Indonesia
Taliwang, MediaKSB, – Inovasi layanan kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui program Kartu Sumbawa Barat Maju Kesehatan kini menjadi rujukan bagi kepala Dinas Kesehatan (Dikes) dari berbagai daerah di Indonesia.
Hal ini terungkap saat Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., menjadi pemateri dalam Pertemuan Nasional Monitoring dan Evaluasi Program RSSH GF ATM (AIDS, TBC, Malaria) di Solo, beberapa waktu lalu.
Forum bergengsi tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia, Sekretaris Daerah, pengurus pusat ADINKES, serta pejabat Kementerian Kesehatan RI.
H. Amar, sapaan akrab Bupati KSB, memaparkan strategi kolaboratif yang dilakukan Pemerintah Sumbawa Barat dalam menanggulangi tiga penyakit menular utama, yakni AIDS, TBC, dan Malaria.
Menurutnya, Kunci keberhasilan penanganan terletak pada sinergi lintas sektor dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Baznas Sumbawa Barat dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).
“Kami membangun kolaborasi multipihak karena kasus ATM ini banyak muncul di wilayah lingkar tambang, di mana mobilitas penduduk tinggi. Maka kami mengajak PT AMNT terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan,” ungkapnya.
Bupati juga menguraikan dua inovasi utama yang dikembangkan Pemerintah Sumbawa Barat. Pertama, pemberdayaan Agen Gotong Royong berbasis layanan Posyandu dengan pendekatan kekeluargaan dan silaturahmi di seluruh desa dan kecamatan.
Inovasi kedua adalah Program Kartu Sumbawa Barat Maju Layanan Kesehatan, yang menghadirkan layanan cepat melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans. Tim medis di puskesmas dapat bergerak langsung ke rumah warga yang membutuhkan layanan, termasuk melakukan home care, testing, dan tracing awal terhadap kasus penyakit menular.
Pemaparan Bupati KSB menarik perhatian peserta forum. Beberapa kepala daerah berminat untuk mereplikasi model kolaborasi dan sistem pendataan terintegrasi yang dijalankan oleh pemerintah KSB.
“Kuncinya ada pada komitmen dan regulasi yang tepat. Dengan data terintegrasi, seperti yang kami lakukan melalui DTSEN, intervensi bisa dilakukan cepat dan tepat sasaran,” tegas Bupati. (M-01)

