Jadi Simbol Pembinaan Anak dan Zero Waste, Liga KSB Junior 2025 Resmi Ditutup
Taliwang, MediaKSB, – Liga KSB Junior 2025 secara resmi ditutup di Stadion Gibraltar Al-Ikhlas, Taliwang beberapa waktu lalu. Ajang yang digelar dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2025 ini tak hanya menjadi wadah kompetisi olahraga, tetapi juga simbol nyata pembinaan karakter anak dan implementasi konsep zero waste di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Acara penutupan dihadiri oleh Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., Wakil Ketua DPRD Merliza, S.Sos.I., M.M., Founder ASA Foundation, Lee Hawkins, Manajer Community Development PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), Dimas Purnama, Ketua APSAI KSB, Forkopimda, BNNK, ASKAB PSSI, serta berbagai mitra penyelenggara.
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, Liga KSB Junior 2025 melibatkan kelompok usia Boys U-15, Girls U-19, dan Disabilitas. Tema besar yang diusung adalah sustainability atau keberlanjutan.
Dalam sambutannya, H. Amar, sapaan akrab Bupati, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan liga yang dinilainya sebagai wahana pembentukan karakter generasi muda.
“Kenanglah ajang ini sebagai momen terbaik dalam hidup kalian. Jadikan pengalaman ini sebagai pijakan menuju masa depan yang lebih baik,” pesannya saat menutup secara resmi Liga KSB Junior, Liga Perempuan, dan Liga Disabilitas.
Lee Hawkins menyebut Liga KSB Junior sebagai liga inklusif dan profesional pertama di Indonesia yang menerapkan konsep tanpa limbah. Tahun ini, sebanyak 41 tim dan 635 anak turut ambil bagian.
“Kami bangga mendukung kesetaraan gender dengan 50 persen partisipasi perempuan. Seluruh peserta juga melaporkan peningkatan keterampilan hidup dan kesehatan. ASA Foundation juga melatih 50 pelatih lokal dengan pendekatan sepak bola berbasis nilai” ujarnya.
Sementara itu, Dimas Purnama menegaskan komitmen AMMAN terhadap misi keberlanjutan. Lebih dari 60.000 botol plastik berhasil dikurangi selama pelaksanaan liga, dan seluruh makanan disajikan dengan kemasan daun pisang sebagai pengganti nasi box.
“Seluruh konsumsi makanan juga telah menggunakan kemasan ramah lingkungan berupa daun pisang. Ini merupakan langkah menuju penyelenggaraan event yang peduli terhadap lingkungan,” tegasnya.
Liga ini tak hanya menjadi panggung bagi bakat muda, tetapi juga model pelaksanaan kegiatan olahraga yang berwawasan lingkungan dan edukatif. Pemerintah KSB berharap konsep seperti ini terus dikembangkan sebagai bagian dari pembangunan karakter generasi muda yang sehat, tangguh, dan peduli terhadap lingkungan. (M-01)

