Jamaluddin Malik Ingatkan Kerja Keras, Cerdas, Ikhlas, dan Tuntas

Bagikan ke :
Foto:  Jamaluddin Malik dan Latief Madjid. (dok. Diskominfo KSB)
Foto: Jamaluddin Malik dan Latief Madjid. (dok. Diskominfo KSB)

Taliwang, MediaKSB, – Sekretaris Daerah pertama Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sekaligus mantan Bupati Sumbawa periode 2005-2010, Jamaluddin Malik, mengingatkan pentingnya bekerja keras, cerdas, ikhlas, dan tuntas dalam menjalankan amanah pemerintahan.

“Kita harus kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas,” katanya dalam Dialog Tokoh, Kamis (17/9).

Jamaluddin Malik juga menginatkan, pekerjaan pemerintahan baru bernilai apabila dijalankan dengan niat pengabdian dan integritas tinggi, disertai tanggung jawab dan kesungguhan hingga tuntas.

Pesan tersebut sekaligus menjadi harapan bagi seluruh jajaran aparatur, mulai dari pemimpin hingga staf paling bawah, agar konsisten menjunjung integritas dalam bekerja.

“Selamat bekerja, mudah-mudahan dari pemimpin sampai bawah memiliki nilai integritas yang tinggi,” ujarnya.

Menurut Jamaluddin Malik, keterbatasan anggaran menuntut setiap perangkat daerah mampu mengelola sumber daya secara efektif dan efisien agar program pemerintah tetap berjalan sesuai sasaran.

Di sisi lain, Bupati Sumbawa periode 2000-2005, Latief Madjid yang menyoroti pentingnya keselarasan antara ucapan dan tindakan seorang pemimpin.

“Integritas baru tercermin apabila prinsip yang disampaikan kepada bawahan maupun masyarakat lebih dulu diwujudkan lewat tindakan nyata,” tegasnya.

Latief Madjid turut mengingatkan agar pemimpin tidak berhenti belajar meski teknologi kini banyak memudahkan pekerjaan pemerintahan. Menurutnya, pemimpin tidak cukup hanya memberi perintah, tetapi perlu turun memahami persoalan, mencari informasi, dan membuka ruang bagi masukan dari pihak lain.

Latief Madjid juga membagikan pengalamannya membangun awal birokrasi di Sumbawa, ketika jumlah pegawai berpendidikan sarjana masih sangat terbatas dan peningkatan kapasitas aparatur banyak ditempuh lewat pendidikan serta pelatihan sebelum menjalankan tugas pemerintahan.

“Dari pengalaman ini kita bisa lihat pentingnya untuk terus membangun kapasitas pemimpin agar sejalan dengan perkembangan zaman,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) KSB, Hairul, yang memandu jalannya dialog, mengajak aparatur untuk memahami perjalanan panjang daerah sebagai bekal generasi pemerintahan saat ini.

“Sumbawa Barat hari ini pernah memiliki cerita. Kita tidak boleh menjadi generasi yang melupakan masa lalu serta orang-orang yang memiliki peran saat itu,” ujarnya.

Dialog Tokoh ini merupakan bagian dari rangkaian Retreat Kepemimpinan Kepala Perangkat Daerah KSB Tahun 2026 yang berlangsung hingga (19/9).

Melalui forum ini, para kepala perangkat daerah diharapkan dapat memetik pengalaman generasi pemerintahan terdahulu sebagai bekal menjalankan tugas dan memperkuat keberlanjutan pembangunan Pemerintah KSB ke depan. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *