Kapasitas Gudang Terbatas, DPRD KSB Minta BULOG Segera Bangun Fasilitas Baru

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meminta Perum BULOG untuk segera membangun fasilitas pasca panen, akibat kapasitas yang ada saat ini tidak sebanding dengan hasil panen yang berlimpah. Permintaan ini disampaikan dalam audiensi antara DPRD KSB dengan Direksi Perum BULOG yang berlangsung di Jakarta, Jumat (7/11).

Ketua Komisi II DPRD KSB, Mustafa HZ menyampaikan, potensi produksi padi dan jagung di Sumbawa Barat cukup besar, namun sayangnya belum diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur penyimpanan yang memadai.

Berdasarkan data Dinas Pertanian KSB, produksi padi selama Januari hingga November 2025 mencapai 96.550 ton dan produksi jagung 61.168 ton. Saat ini, gudang BULOG di KSB hanya satu unit dengan kapasitas 3.500 ton.

“Kapasitas ini sangat tidak sebanding dengan produksi petani kami yang surplus setiap musim panen,” katanya saat dikonfirmasi pada, Rabu (12/11).

Mustafa menilai kondisi tersebut membuat petani kehilangan nilai jual hasil panen karena keterlambatan penyerapan. Selain itu, posisi fasilitas pasca panen yang selama ini berada di luar daerah, seperti dryer dan silo jagung di Dompu, membuat biaya logistik membengkak dan memperpanjang rantai distribusi.

“Ini jelas merugikan petani KSB. Kami sudah menyiapkan tanah hibah di lokasi pinggir jalan utama dekat gudang BULOG existing, tinggal komitmen BULOG untuk membangunnya,” ucapnya.

Di sisi lain, Direktur SDM dan Umum Perum BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto menjelaskan, saat ini BULOG mendapat penugasan untuk membangun 100 titik infrastruktur pasca panen di berbagai daerah, termasuk di Sumbawa Barat.

“Dalam catatan awal, KSB termasuk daerah yang diusulkan mendapat dua unit gudang beras berkapasitas masing-masing 3.500 ton,” akunya.

Setelah melakukan diskusi panjang, dihasilkan beberapa poin kesepakatan yang nantinya akan disampaikan untuk mendapatkan pertimbangan teknis dari Kementan RI untuk diberikan kepada Sumbawa Barat antara lain, Pembangunan 1 dryer jagung berkapasitas 240 Ton per hari dan silo jagung berkapasitas 4.000 ton, serta 1 gudang beras berkapasitas 3.500 Ton.

Usulan final akan dikirimkan ke Kementerian Pertanian untuk memperoleh pertimbangan teknis. DPRD KSB melalui Komisi II memastikan dukungan penuh, termasuk penambahan lahan hibah bila diperlukan.

“Kami bersama dengan pemerintah daerah berkomitmen untuk mendorong daerah kita Sumbawa Barat menjadi lumbung pangan yang efisien dan mensejahterakan rakyat,” tutup Mustafa. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *