Memasuki Musim Hujan, BPBD KSB Akan Gelar Apel Siaga
Taliwang, MediaKSB, – Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan menggelar apel siaga bencana sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.
Kepala BPBD KSB, Abdullah, S.Pd., mengatakan apel siaga direncanakan dilaksanakan setelah kegiatan Pameran Pembangunan berakhir. Apel ini akan melibatkan unsur TNI, Kepolisian, pemerintah kecamatan dan desa, serta berbagai unsur relawan kebencanaan yang ada di daerah.
“Apel siaga ini kami gelar sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Setelah masa kekeringan berakhir, ancaman justru bergeser pada potensi bencana akibat curah hujan tinggi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (11/11).
Menurut Abdullah, kegiatan apel siaga bertujuan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, memastikan kesiapan personel, serta meninjau kelengkapan peralatan dan sarana prasarana penanggulangan bencana di lapangan.
Kepala BPBD juga menegaskan bahwa langkah ini penting agar seluruh pihak memiliki pola respons cepat jika terjadi bencana. “Kita ingin memastikan seluruh elemen siap, mulai dari pemerintah hingga masyarakat agar penanganan bisa cepat dan tepat,” katanya.
Selain menggelar apel siaga, BPBD KSB juga tengah melakukan pengecekan dan perawatan sarana prasarana (sarpras) yang dimiliki. Tim teknis telah menyiapkan berbagai peralatan seperti pompa air, perahu karet, tenda darurat, hingga alat komunikasi yang akan digunakan dalam operasi tanggap darurat.
“Kesiapan sarpras menjadi prioritas kami, karena alat inilah yang nanti digunakan saat kondisi darurat. Rangkaian persiapan ini sekaligus menjadi tindak lanjut setelah pencabutan status kekeringan pada 8 November lalu,” jelasnya.
Abdullah menambahkan, BPBD juga akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di titik-titik rawan bencana. Abdullah menghimbau warga untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem dan menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekitar saluran air.
“Bencana bisa datang kapan saja, tapi jika semua pihak siap, dampaknya bisa diminimalkan. Kesiapan ini merupakan tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (M-01)

