Kartu Sumbawa Barat Maju Bantu Orang Tua Ringankan Biaya Sekolah

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pemerataan layanan pendidikan melalui program Kartu Sumbawa Barat Maju (KSBM). Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., menyerahkan secara simbolis kartu tersebut kepada orang tua siswa baru di SMAN 1 Taliwang dan SMKN 1 Taliwang, pada Jumat (22/8).

Agenda ini menjadi titik ke-28 dari rangkaian penyerahan KSBM khusus untuk layanan pendidikan.Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB, Agus, S.Pd., M.M., Kepala Cabang Dinas Dikbud, Suprianto, S.Pd.Bio, Kepala SMAN 1 Taliwang, H. Syalimsyah, S.Pd., Kepala SMKN 1 Taliwang, Muhammad Nasir, S.Pd., M.Pd., serta perwakilan Bank NTB Syariah. Dari laporan sekolah, sebanyak 239 KK di SMAN 1 dan 167 KK di SMKN 1 sudah menerima kartu, sementara sisanya masih dalam proses administrasi.

Dalam laporannya, Kepala SMAN 1 Taliwang, H. Syalimsyah menyampaikan, sebanyak 239 KK telah menerima kartu, sementara 150 KK lainnya masih dalam proses administrasi. Sedangkan di SMKN 1 Taliwang, 167 KK telah menerima kartu, dengan 155 KK lainnya masih menunggu penyelesaian data.

“Atas nama sekolah dan para orang tua, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati atas program ini. Kehadiran kartu ini benar-benar dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah menegaskan, ukuran keberhasilan program bukan dari cerita atau unggahan media sosial, melainkan dari manfaat nyata yang diterima warga.

“Bagus itu bukan sekadar cerita atau postingan, tapi kalau benar-benar diterima dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga menjelaskan, Pemerintah KSB memiliki dua program unggulan yakni Kartu Sumbawa Barat Maju dan Sumbawa Barat Maju Luar Biasa. Melalui Kartu Sumbawa Barat Maju, pemerintah memastikan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, hingga ekonomi.

“Hingga kini, 16.000 kartu telah tercetak, dengan fungsi ganda, sebagai sarana eksekusi bantuan dan sebagai sarana kontrol berbasis aplikasi QR Code,” paparnya.

Dalam pendidikan, kartu tersebut tidak hanya menanggung uang pangkal, tetapi juga memberi seragam gratis untuk siswa baru dari TK hingga SMP. Tahun ini, pemerintah juga mengalokasikan BOSDA hampir 30 persen dari BOS reguler, untuk meringankan beban sekolah dan mencegah pungutan tambahan.

Di bidang kesehatan, masyarakat memperoleh layanan ambulans gratis, bantuan biaya pendamping pasien rujukan sebesar Rp1,5 juta, hingga dukungan Tim Reaksi Cepat (TRC). Sementara pada bidang sosial, pemerintah menyalurkan bantuan Rp500.000 per bulan untuk anak yatim, piatu, maupun yatim piatu.

“Bantuan pendidikan ini adalah amanah untuk anak-anak kita. Maka gunakanlah dengan sebaik-baiknya,” tutup Bupati. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *