Kejar Predikat Sangat Inovatif, BRIDA KSB Gedor 29 OPD

Bagikan ke :
Foto: Brida KSB ke OPD
Foto: Brida KSB ke OPD

Taliwang, MediaKSB, – Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (BRIDA KSB) menggedor 29 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengejar predikat “Sangat Inovatif” pada ajang Innovative Government Award (IGA) Kementerian Dalam Negeri 2026.

Kepala BRIDA KSB melalui Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi Brida KSB, Indra Jaya, M.Si., mengatakan, tim teknis diterjunkan langsung mendatangi OPD yang pemenuhan indikatornya masih tertinggal. Indra menegaskan target predikat tertinggi itu wajib dikejar sebelum aplikasi penilaian ditutup.

“Kami berkejaran dengan waktu karena batas akhir penutupan penginputan data di aplikasi Depdagri tinggal beberapa hari lagi, yaitu pada tanggal 21 Agustus mendatang,” katanya kepada media ini, Senin (17/8).

Ajang IGA Kemendagri merupakan instrumen penilaian berskala nasional yang mengukur indeks inovasi seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Melalui penilaian ini, Kemendagri mendorong setiap daerah melahirkan inovasi baru demi meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih bersih dan responsif.

Untuk menembus kasta tertinggi, KSB wajib meraih skor minimal 65 hingga 105 dari 20 indikator penilaian yang dipersyaratkan. Target itu dapat terpenuhi melalui kontribusi rata-rata 11 sampai 17 inovasi yang lahir dari minimal 15 OPD aktif.

Indra Jaya menjelaskan 29 OPD masih berada dalam tahap pemenuhan dokumen pendukung agar kematangan inovasi menembus angka di atas 70. Kabid menyebut skor rendah akibat keterlambatan input berisiko menjatuhkan KSB ke peringkat “Kurang Inovatif”.

“Kondisi ini tentu akan lebih buruk dibandingkan pencapaian 5 tahun terakhir, di mana posisi KSB selalu tertahan di papan tengah dengan predikat ‘Inovatif’ saja,” ungkapnya.

BRIDA KSB telah menerjunkan tim khusus beranggotakan dua personel, Mustamar, S.AP., dan Husnul Fuad, S.T., untuk melakukan komunikasi dan pendampingan intensif setiap hari kepada inovator maupun operator di 29 OPD tersebut.

“Kedua personel bertugas menyisir OPD yang penginputannya masih lambat, mulai dari asistensi teknis sampai ke pendampingan langsung penyusunan dokumen,” bebernya.

Indra juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Sekretaris Daerah KSB, drh. Hairul, sejak Rapat Koordinasi awal kegiatan digelar, serta komitmen Kepala OPD dan tim kerja di kantor masing-masing. 

“Menggedor kantor OPD setiap hari kami lakukan demi kepentingan bersama dan kemajuan daerah, meski harus dilakukan secara terus-menerus sampai waktu yang ditentukan,” pungkasnya. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *