Komitmen Jaga Lingkungan, Bupati KSB Teken Kerjasama Dengan KLHK

Taliwang, MediaKSB,- Dalam upaya nyata untuk menjaga lingkungan, Bupati Sumbawa Barat (KSB), Dr. Ir. H. W. Musyafirin., MM didampingi dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KSB, menghadiri acara penandatanganan kerjasama dengan Direktorat Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Gran Melia Jakarta pada Selasa, 02/04. Penandatanganan nota kesepakatan antara Direktorat Pengelolaan B3 KLHK dengan Pemerintah Daerah (Pemda) KSB dilakukan dalam rangka Program Prioritas Nasional Tahun 2024 terkait penghapusan penggunaan merkuri di Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Indonesia, serta komitmen bersama dalam mengurangi dampak negatif penggunaan merkuri dalam kegiatan pertambangan, terutama di lokasi-lokasi PESK.
“Kerjasama ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada Pemda dalam mengatasi masalah penggunaan bahan berbahaya dan beracun, khususnya merkuri. pada pengolahan emas skala kecil,” ungkap Sugasri selaku Direktur Pengolahan BP3 KLHK.
Masih keterangan Sugasri, sudah ada penambahan 3 lokasi pada tahun 2024, yang mana sebelumnya berjumlah 10 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Perlu adanya komitmen bersama dalam melaksanakan program tersebut, sehingga banyak penilaian yang dilakukan sebelum lokasi ditetapkan, salah satunya adalah peran pemerintah daerah.
“Kita mencoba memperkenalkan teknologi Pertambangan Emas Skala Kecil dengan tidak menggunakan Merkuri. Penetapan 3 lokasi tersebut telah melalui proses koordinasi dengan daerah mengenai kesiapan lahan, keterlibatan SKPD di daerah, dan bagaimana keberlangsungan fasilitas yang akan dibangun nantinya. Kita mengharapkan komitmen dari semua pihak dari sejak pra tahapan, proses pembangunan, penyerahan hingga proses pemeliharaan nantinya,” paparnya.
Rosa Vivien Ratnawati, selaku Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK RI, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah awal dalam pengolahan emas tanpa merkuri. Dia juga menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah pusat, daerah, dan kelompok masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengelola bahan berbahaya secara bertanggung jawab.
“Kita berharap ini nantinya dapat membantu masing masing daerah terutama penambangan emas skala kecil. Tidak ada kata lain selain teknologi, dan Tugas pemerintah adalah memberikan fasilitas bagi masyarakat, kita harus bisa bekerjasama,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Bupati KSB menyambut baik program ini, terutama karena beberapa lokasi di KSB, seperti Danau Lebo Taliwang, telah terpapar dampak negatif dari operasional tambang ilegal yang menggunakan merkuri. Dengan adanya teknologi baru yang tidak menggunakan merkuri, diharapkan dapat menekan penggunaan bahan berbahaya tersebut.
“Masyarakat saat itu tidak ada yang berani makan Ikan dari Danau Lebo. Hal tersebut disebabkan karena banyak sekali penambang ilegal beroperasi di sekitar Kawasan tersebut. Dengan adanya teknologi tersebut nantinya, kita harapkan dapat menekan penggunaan merkuri di lapangan,” ucapnya.
Bupati juga berharap, teknologi yang ada nantinya dapat membantu Sumbawa Barat bebas dari bahaya merkuri.
“Kalaupun alat yang akan diserahkan saat ini 1 unit, tetapi kita lihat kedepan jika ini sukses tentu kita akan tambah lagi melalui APBD. Minimal ada 5 titik yang kita adakan di KSB nantinya. Mudah mudahan ke depan dengan adanya teknologi ini akan membantu Sumbawa Barat bebas dari mencuri,” harapnya. (M-03)

