Obati Kerinduan Warga Samawa Jakarta, Bupati KSB Boyong Pemain Sakeco

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB,- Dr Ir H W Musyafirin, MM selaku Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), ikut menghadiri acara buka puasa bersama dikediaman Prof Din Syamsudin di Jakarta. Kegiatan yang dihadiri para tokoh tana samawa yang berdomisili di Jakarta itu sangat meriah dan berbeda, lantaran sengaja diboyong pemain sekeco untuk mengobati kerinduan.

H Firin sapaan Bupati KSB memang sengaja membawa lebih banyak dari pada kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Alhasil para tamu undangan larut dalam dentuman rebana dan dendang syair yang dibawakan para pemain Sakeco ‘buah tangan’ bupati KSB itu bagi warga Sumbawa dan KSB perantau di Jakarta dan sekitarnya yang hadir dalam acara.

Din Syamsuddin selaku tuan rumah dalam kesempatan tersebut menyampaikan kesannya yang mendalam atas buah tangan yang dibawa bupati KSB itu. Bahkan ia secara pribadi mengaku sangat terhibur meski kemudian banyak syair yang dilantunkan sudah tidak dapat dia artikan maknanya lagi. “Saya senang. Malam ini saya menyebutnya sebagai malam tadarus budaya. Dan tentunya ini mengobati kerinduan kita para perantau akan kampung halaman,” katanya.

Prof. Din mengatakan, Sakeco berupa sajian lantunan syair yang diiringi alat musik rebana merupakan salah satu kesenian bertutur. Dan itu banyak ditemukan pada kebudayaan nusantara lainnya. Namun demikian, kata dia, meski memiliki kemiripan tetap ada hal spesifik yang membendakannya antara daerah satu dan lainnya. “Makanya saya minta ini (Sakeco) perlu terus dipertahankan dan dilestarikan sebagai salah satu produk identitas budaya kita tau Samawa,” katanya.

Pada acara tersebut selain bupati KSB, turut hadir pula bupati Sumbawa Mahmud Abdullah, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Abdul Rofiq, Wakil Ketua DPRD KSB Merliza Jawas, dan Sekretaris Daerah KSB, H. Amar Nurmansyah. Ada pula sejumlah tokoh Sumbawa yang ada di Jakarta diantaranya Sultan Sumbawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV, Fahri Hamzah, H. Amir Jawas, Hatta Taliwang, Lukman Malanuang, Adi Pranajaya dan beberapa tokoh lainya.

Sepanjang kegiatan, sejumlah isu terkait pulau Sumbawa didiskusikan. Bupati KSB, H. W. Musyafirin sendiri menyampaikan terkait pentingnya mengelola setiap informasi dengan benar sebelum disebarluaskan ke masyarakat. “Jangan sampai membuat salah paham dan buat gaduh karena informasi yang diterima dikelola dan disebarkan dengan tidak benar,” tuturnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *