Pasca Mencuat Kasus MBG, Legislator KSB Minta Evaluasi Menyeluruh 

Taliwang, MediaKSB, – Video viral tentang paket Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak layak dikonsumsi di kecamatan Taliwang, harus dijadikan pijakan bersama antara pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan berbagai pihak yang berkepentingan termasuk penanggung jawab itu sendiri.

Iwan Irawan selaku anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang mengupload pertama video viral tersebut menegaskan, kasus makanan yang tidak layak dikonsumsi itu harus dijadikan pengalaman pahit supaya tidak terulang. Caranya, evalusi bersama untuk mengetahui penyebab, termasuk apa langkah terbaik kedepan supaya tidak muncul masalah lain.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Sekda KSB terkait persoalan paket makan tidak layak konsumsi itu. Harapannya, semua leading sektor yang terkait dengan program MBG bisa berperan untuk menyukseskan program nasional tersebut,” ucap politisi Partai Amanat Nasional (PAN) dihadapan para wartawan, kemarin.

Masih keterangan Iwan sapaan akrabnya, adanya makanan yang tidak layak dikonsumsi sesuai video viral yang diupload, tidak serta merta langsung kita semua salahkan pihak pengelola atau penyedia MBG, karena harus diketahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab. “Kenapa bisa ada paket makanan yang tidak layak dikonsumsi,” lanjutnya.

Disampaikan Iwan, evaluasi terhadap program MBG itu sendiri tidak harus menghentikan aktifitas penyediaan makanan untuk para pelajar.

Sementara Erna Sudirman selaku penanggung jawab MBG Taliwang menegaskan, jika selama ini pihaknya telah menerapkan prosedur ketat dalam kegiatan pengolahan makanan, distribusi hingga seleksi bahan baku atau sesuai regulasi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). “Standar yang ditetapkan BGN adalah pijakan kami dalam berproses, termasuk tetap di awasi ahli gizi dan sanitasi,” akunya.

Dicontohkan Erna, bahan baku yang akan diolah tidak boleh tersimpan lebih dari 24 jam serta dipastikan setelah terima dari suplayer akan dibersihkan dengan sanitasi berlapis untuk memastikan telah bersih dari bahan kimia pestisida. “Memang bahan baku seperti Daging, Sayur dan Buah diupayakan dari suplay lokal supaya terjamin fresh,” urainya.

Terkait dengan ada pakate makanan yang tidak layak dikonsumsi, Erna mengaku sedang melakukan evaluasi internal untuk mengetahui, kenapa bisa terjadi kasus tersebut. “Kami masih melakukan evaluasi dan kajian internal, jadi belum bisa memberikan keterangan terlalu jauh terkait dengan persoalan makanan tidak layak konsumsi tersebut,” tuturnya. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *