Dinkes KSB Integrasikan Program New Posyandu dengan MBG

Bagikan ke :
Foto: Kepala Dikes KSB, dr. Carlof, M.MRS., MQM.(Media KSB)
Foto: Kepala Dinkes KSB, dr. Carlof, M.MRS., MQM.(Media KSB)

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat (Dinkes KSB) mengintegrasikan program New Posyandu dengan Makan Bergizi Gratis untuk memperluas cakupan layanan kesehatan dan gizi masyarakat. Integrasi ini menyasar kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Kepala Dinkes KSB, dr. Carlof, M.MRS., MQM., menjelaskan, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berkewajiban tidak hanya menyediakan makanan bergizi bagi anak sekolah, tetapi juga bagi kelompok rentan 3B.

“Salah satu kewajiban dari dapur SPPG adalah selain menyediakan makanan bergizi untuk anak sekolah, yakni menyediakan untuk sasaran 3B, jadi minimal ada makan bersama di Posyandu,” ujarnya beberapa waktu lalu.

dr. Carlof menegaskan, integrasi ini akan menghidupkan kembali fungsi Posyandu sebagai pusat layanan masyarakat. Melalui konsep New Posyandu, kegiatan makan bersama akan berjalan secara rutin setiap bulan.

“Paling tidak dalam satu bulan ada makan bersama, kita kembali ke Posyandu, karena Posyandu melalui New Posyandu akan menjadi pusat layanan masyarakat. Maka di Posyandu kita makan bersama sebulan sekali,” kata Carlof.

Dinkes KSB juga menjadikan Posyandu sebagai basis pendataan berkala. Melalui mekanisme tersebut, petugas dapat mengidentifikasi sasaran 3B yang belum tersentuh program MBG.

“Dari SPPG juga akan lebih mudah, jika ada dari sasaran 3B yang belum tersentuh. Maka pendataan berkala akan dilakukan di Posyandu,” jelasnya.

Kadis menambahkan, setiap Posyandu minimal harus memiliki enam kader yang siaga. Konsep New Posyandu mengacu pada enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), sehingga setiap kader memegang tanggung jawab pada satu layanan spesifik.

“Supaya tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, setiap kader akan menjadi pusat pelayanan tiap SPM. Kalau masih kurang nanti kita tambah,” tegasnya.

Baca Juga : Dikes KSB: New Posyandu Harus Hadirkan Layanan 6 SPM yang Terukur

Optimisme Dinkes KSB

Carlof memastikan SPPG dan Posyandu akan berjalan beriringan secara berkelanjutan. Kadis menilai integrasi ini dapat mempercepat pembaruan data dan memperkuat intervensi kesehatan berbasis komunitas.

“SPPG sendiri secara continue bisa berjalan bersama dengan Posyandu. Karena data ini terus bergerak, updatingnya akan lebih cepat dan maksimal,” ujarnya.

Dikes KSB berencana menerapkan skema ini di seluruh Posyandu yang telah dilayani SPPG di wilayah KSB. Kadis optimistis dampaknya akan terlihat pada akhir tahun nanti.

“Kami meyakini apa yang kita upayakan sangat bermanfaat khususnya di bidang kesehatan, jadi akan kita terapkan ke seluruh Posyandu yang ada di KSB. Ini akan menjadi pedoman. Saya yakin, kita lihat di akhir tahun nanti seluruh indikator-indikator kesehatan di KSB akan membaik,” tutupnya. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *