Pendaftar Beasiswa Mekanik Alat Berat KSB Tembus 1.200 Orang

Taliwang, MediaKSB, – Jumlah pendaftar program Beasiswa Mekanik Alat Berat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menembus 1.200 orang. Data terbaru mencatat total pendaftar mencapai 1.232 orang dan terus bertambah.
Program ini merupakan kolaborasi antara pemerintah KSB, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), dan lembaga pelatihan. Inisiatif ini dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang siap bersaing di industri nasional.
Pendaftar berasal dari berbagai wilayah di Pulau Sumbawa. Hingga tanggal 21 Maret 2026, Kabupaten Sumbawa menyumbang 605 orang, sementara Sumbawa Barat sebanyak 587 orang.
Kepala BLK Sumbawa Barat, Randy Darmansyah, S.IP, menyebut jumlah pendaftar masih berpotensi bertambah. Pendaftaran masih dibuka hingga 31 Maret 2026.
“Pendaftaran dibuka sampai 31 Maret sesuai pengumuman. Saat ini pendaftar sudah lebih dari 1.000 orang,” ujarnya, Sabtu (28/3).
Randy menilai tingginya animo ini mencerminkan kebutuhan besar terhadap pelatihan vokasi. Banyak lulusan SMA dan SMK mencari peluang kerja yang lebih jelas. Program beasiswa ini tidak hanya menawarkan pelatihan teknis. Peserta juga mendapatkan fasilitas lengkap hingga peluang kerja setelah lulus.
Peserta terpilih akan memperoleh pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga akses penempatan kerja di industri alat berat. Namun, peluang tersebut harus diperebutkan secara ketat. Kuota yang tersedia pada tahap awal sangat terbatas. “Kuota Batch 1 sebanyak 16 orang. Jadi hanya satu kelas,” kata Randy.
Dengan jumlah pendaftar mencapai ribuan, tingkat persaingan dipastikan sangat tinggi. Seleksi akan dilakukan secara berlapis. Randy menjelaskan tahapan seleksi meliputi administrasi, tes fisik, psikotes, hingga wawancara. Proses ini bertujuan menjaring peserta terbaik. “Awal April akan ada psikotes untuk tahapan selanjutnya,” ujarnya.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal. AMMAN menargetkan lahirnya tenaga kerja profesional dari putra daerah. Selain pelatihan, peserta akan menjalani pendidikan terpadu, termasuk pembinaan mental dan praktik kerja. Program ini dirancang untuk memenuhi standar industri.
Pemerintah daerah melihat program ini sebagai langkah strategis dalam membuka akses kerja. Sektor alat berat dinilai memiliki peluang besar ke depan.Dengan tingginya jumlah pendaftar, program ini menunjukkan potensi besar pengembangan pelatihan vokasi. Kebutuhan tenaga kerja terampil di daerah terus meningkat. (M-02)
