Revitalisasi Pasar Tanah Mira, Pedagang Tempati Lapak Sementara di Area Parkir

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Pengerjaan revitalisasi Pasar Tanah Mira di Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) resmi dimulai. Tahap awal proyek senilai Rp16 miliar tersebut ditandai dengan pembangunan lapak sementara yang akan digunakan para pedagang selama proses revitalisasi berlangsung.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) KSB, Suryaman, S.STP., M.Si, mengatakan saat ini kontraktor tengah menyiapkan lapak sementara di area parkir pasar. Penempatan lokasi itu disesuaikan dengan aspirasi para pedagang yang menginginkan lokasi sementara tidak terlalu jauh dari pasar utama.

“Sekarang lapaknya sedang dibuat, tempatnya di lahan parkir pasar,” jelasnya, Jumat (31/10).

Suryaman menambahkan, pihaknya telah meminta kepada kontraktor agar pembangunan lapak sementara memperhatikan kenyamanan pedagang. Jumlah bilik yang dibangun juga diupayakan mencukupi seluruh pedagang aktif di Pasar Tanah Mira. “Kami minta lapaknya dibuat senyaman mungkin dan jumlahnya disesuaikan dengan pedagang yang berjualan,” ujarnya.

Selain membangun lapak sementara, proses pembongkaran bangunan los pasar lama juga mulai dilakukan secara bertahap. Suryaman menegaskan agar pekerjaan pembongkaran dilakukan dengan hati-hati mengingat sebagian pedagang masih menyiapkan pemindahan barang dagangannya.

“Kami ingatkan jangan sampai ada pedagang yang dirugikan selama proses pembongkaran,” katanya.

Kadis juga menjelaskan, para pedagang bahan pangan seperti sayur, ikan, dan daging akan tetap berjualan di sekitar area parkir pasar. Penataan sementara dilakukan dengan mempertimbangkan akses pembeli agar aktivitas jual beli tetap berjalan lancar.

“Tempat mereka kami atur di titik yang aman agar tidak mengganggu pekerjaan konstruksi,” terangnya.

Suryaman menyebut, revitalisasi Pasar Tanah Mira menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur ekonomi masyarakat. Dengan nilai anggaran mencapai Rp16 miliar, pembangunan tidak hanya berfokus pada perbaikan los lama, tetapi juga akan menambah bangunan baru di bagian belakang pasar.

“Revitalisasi ini diharapkan mampu menghadirkan pasar yang lebih layak, tertata, dan representatif bagi para pedagang maupun pembeli,” tutupnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *