Terus menurun, 761 Balita di Sumbawa Barat Masih Terdeteksi Stunting
Taliwang, MediaKSB, – Sebanyak 761 balita di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tercatat masih mengalami stunting berdasarkan data Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGM) per Februari 2025. Jumlah ini setara dengan 7,10 persen dari total balita yang ada di KSB. Meski demikian, angka tersebut menunjukkan tren penurunan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Angka prevalensi turun dari 18,7 persen pada 2017 menjadi 7,3 persen pada Desember 2024, dan tercatat 7,10 persen pada Februari 2025 atau setara 761 balita. Artinya angka stunting di KSB terus mengalami penurunan,” ujar Kepala Dinas DP2KBP3A Agus Purnawan, S.Pi., M.M saat menyampaikan laporan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Ke-II Tim Percepatan Penurunan Stunting, Rabu (20/8).
Menanggapi laporan tersebut, Wakil Bupati KSB, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Camat, lurah, kepala desa, kader posyandu, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) diminta aktif untuk turun ke lapangan memastikan setiap balita dan ibu hamil tetap terpantau.
“Validasi data disyaratkan bersumber dari puskesmas dan hasil penimbangan tenaga kesehatan, termasuk pendataan bagi pendatang dan calon pengantin,” katanya.
Selain itu, Wabup KSB juga menekankan penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) agar terus dimasifkan. Gerakan Jumat Bersih juga menjadi salah satu penekanan Wabup untuk memperkuat pola hidup bersih, terutama di kawasan perkotaan Taliwang dan wilayah padat seperti area kos-kosan.
“Dengan demikian perlu ada gerakan bersama. Semua harus saling berkoordinasi agar target penurunan stunting kita tahun ini (2025) dapat tercapai,” sambungnya.
Melalui Rakor tersebut, pemerintah KSB menyepakati fokus percepatan akan dilakukan di desa dan kelurahan yang masih ditemukan kasus, di antaranya, desa Batu Putih, Lamunga, Banjar, Sermong, Meraran, Loka, Dalam, Temekan, Telaga Bertong, dan Sampir.
Sementara untuk wilayah tanpa kasus seperti Menala dan Kuang tetap diminta menjaga kondisi yang ada. Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan penuh masyarakat, pemerintah optimistis, penurunan stunting akan terjaga hingga akhir tahun 2025. (M-01)

