Tidak Ada Perbedaan Negeri dan Swasta, Wabup Pastikan Semua Sekolah Nikmati Layanan Maju Pendidikan
Taliwang, MediaKSB, – Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara sekolah negeri dan swasta dalam penerapan Program Kartu Sumbawa Barat Maju (KSB Maju) Layanan Maju Pendidikan. Penegasan ini disampaikan saat menyerahkan kartu kepada 229 wali murid dari 11 SD dan 1 TK Islam di Kecamatan Taliwang, Selasa (30/9).
Acara yang berlangsung di SDIT Bina Ummat tersebut dihadiri ratusan orang tua murid penerima manfaat dari sejumlah sekolah, baik swasta maupun negeri. Mereka antara lain berasal dari SD TQ Sullamudiyanah NW, SDIT Imam Syafi’i, SDIT Inklusi Alfath, SDIT Bina Madani, TK dan SDIT Bina Ummat, SD Al Ikhlas Taliwang, SDIT Annida, SDIT 01 Muhammadiyah, SDIT TQ Imam Bukhari, SD Rabbani, dan SD Kalimati.
Wabup menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen menjalankan visi KSB Maju Luar Biasa Menuju Transformasi Kesejahteraan Masyarakat. Dari visi itu lahir dua program besar, salah satunya Program KSB Maju yang menghadirkan tujuh layanan dalam satu kartu. Hingga kini, lebih dari 12 ribu kepala keluarga telah terdaftar sebagai penerima manfaat layanan Maju Pendidikan.
“Semua kepala keluarga di KSB, baik yang anaknya bersekolah di sekolah negeri maupun swasta, berhak mendapatkan layanan Maju Pendidikan. Tidak ada perbedaan perlakuan, semua punya hak yang sama,” tegas Hanipah.
Hj. Hanipah juga menekankan, kehadirannya bersama Bupati di setiap penyerahan kartu bukan sekadar ajang seremonial. Menurutnya, itu adalah bukti nyata realisasi janji pemerintah serta bentuk pengawasan langsung agar distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.
Program KSB Maju berbasis Kartu Keluarga (KK), sehingga setiap warga yang memiliki KK berhak memperoleh kartu beserta buku rekening Bank NTB Syariah. Melalui kartu tersebut, masyarakat bisa mengakses berbagai layanan pendidikan, termasuk bantuan biaya pangkal sekolah, Pariri Cerdas, Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda), hingga beasiswa perguruan tinggi yang akan mulai digulirkan pada 2026.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program seragam gratis. Tahun ini, bantuan tersebut diprioritaskan bagi siswa baru tahun ajaran 2024/2025 yang belum menerima. Sementara untuk siswa baru tahun ajaran 2025/2026, distribusinya dijadwalkan pada Maret 2026.
Dengan berbagai program ini, Pemerintah KSB berharap beban biaya pendidikan masyarakat dapat berkurang, sekaligus memastikan tidak ada pungutan tambahan kepada wali murid. “Kami ingin memastikan setiap anak di KSB bisa menempuh pendidikan tanpa terbebani, baik di sekolah negeri maupun swasta,” pungkas Wabup. (M-01)

