Tindak Lanjut Kerjasama Dengan KLH Akan Dimulai Bulan Mei

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB,- Rencana tindak lanjut dari komitmen Jaga Lingkungan antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan mulai dilaksanakan pada bulan Mei mendatang. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Mars Anugerainsyah, M.Si selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KSB beberapa waktu lalu.

“Jadi tindak lanjut itu, sesuai hasil komunikasi kami dengan kementerian, akan dimulai pada bulan Mei. Proses untuk penunjukan dan sebagainya akan dimulai bulan depan jika tidak ada halangan. Karena memang kita hanya menerima hibah barang saja,” ujarnya.

Menurut Mars sapaan akrabnya, program ini merupakan komitmen Pemerintah Daerah dalam menjaga dan meminimalisir dampak kerusakan lingkungan akibat pengolahan batuan emas di Sumbawa Barat.

“Program ini bertujuan untuk menghilangkan penggunaan merkuri dalam pengolahan batuan emas dan pada aspek kehidupan lainnya. Karena memang penggunaan merkuri memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat,” ucapnya.

Masih dengan keterangan Mars, Sumbawa Barat terpilih menjadi satu-satunya kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi mitra kerjasama dengan pemerintah pusat dalam program Penghapusan Penggunaan Merkuri di Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK).

“Jadi untuk MoU itu memang program Nasional, untuk NTB sendiri tahun ini hanya kita yang menerima. Hanya ada dua kabupaten seluruh Indonesia, salah satunya adalah Sumbawa Barat,” terangnya.

Terkait persiapan yang tengah dilakukan, Mars memaparkan untuk saat ini Pemerintah Daerah tengah mempersiapkan beberapa hal yang menjadi persyaratan pelaksanaan program PESK. Diantaranya adalah lokasi dan beberapa dokumen pengawasan lingkungan.

“Yang jadi kewajiban pemerintah daerah adalah menyiapkan tempat dan menyusun dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL), kemudian kita juga harus membuat kajian tentang Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Karena salah satu persyaratannya adalah lokasi untuk instalasi peralatan pengolahan batuan emas tanpa merkuri harus dalam wilayah WPR,” paparnya.

Masih dengan keterangan Mars, persiapan dari pemerintah daerah sudah hampir rampung dan siap untuk mulai pengerjaanya. “Alhamdulillah untuk KSB sudah ada tiga wilayah WPR yang ditetapkan, artinya secara persyaratan sudah tercukupi, tim dari Jakarta juga sudah turun beberapa kali, jadi tinggal pengerjaan saja,” akunya.

Mars berharap, program kerjasama ini dapat berjalan dengan lancar dan tepat sasaran. Dengan adanya program PESK pemerintah pusat dapat menjadikan wilayah Sumbawa Barat bebas pencemaran lingkungan akibat penggunaan merkuri.

“Harapannya program ini dapat sesuai dengan apa yang direncanakan, tujuannya agar wilayah kita dan lingkungan kita bebas dari bahaya merkuri,” tutupnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *