Tingkatkan Layanan, DLH KSB Siapkan Truk Mini Pengangkut Sampah

Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terus berupaya untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat khusus dalam pengakutan sampah. Buktinya, kini mempersiapkan kendaraan jenis truk mini sebagai sarana angkut.
“Kami mendapatkan tambahan sarana pengangkut sampah berupa truk mini sebanyak 7 unit, sehingga diyakini akan lebih maksimal pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam hal penjemputan sampah rumah tangga,” kata Slamet, SP, MM selaku kepala DLH KSB, kemarin.
Masih keterangan Slamet, sarana pengangkut sampah yang dimiliki DLH KSB untuk melayani masyarakat memang belum sesuai kebutuhan, namun saat ini sudah ada 9 armada truk mini, satu pickup dan tiga truck besar. “Untuk memaksimalkan layanan pengangkutan sampah, DLH membutuhkan beberapa sarana pendukung dan itu terus diupayakan,” lanjutnya.
Keterbatasan sarana pendukung tidak pernah membuat personil DLH KSB mengurangi layanan, karena sudah menjadi komitmen yang terbangun untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Kami berkomitmen untuk memberikan layanan maksimal, namun dibutuhkan juga peran aktif masyarakat itu sendiri, agar membuang sampah pada tempat yang tersedia, serta berupaya mengurangi produk sampah,” tegasnya.
Masih keterangan Slamet, untuk teknis penggunaan terhadap truk mini itu sendiri, pihak DLH akan melakukan koordinasi dengan pemerintah Kelurahan dan Desa, termasuk akan berbicara soal tekhnis penjemputan sampah dengan menggunakan truk mini tersebut. “Salah satu tugas truk mini nanti, akan menjemput sampah rumah tangga,” urainya.
Diingatkan Slamet, peningkatan pelayanan masyarakat dalam hal kebersihan menjadi sangat penting, mengingat KSB adalah kabupaten yang telah dinyatakan sukses melaksanakan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). “Salah satu upaya untuk mempertahankan status sebagai kabupaten tuntas STBM, tetap memberikan layanan terbaik kepada masyarakat terkait dengan sampah,” ungkapnya.
Meskipun proses komunikasi untuk menetapkan sistem kerja kendaraan truk mini belum terbangun, Slamet memastikan seluruh kendaraan yang tersedia harus tetap memberikan layanan, termasuk 7 unit kendaraan truk mini. “Kendaraan truk mini sudah bisa memberikan layanan,” akunya. (M-01)

