TRC Ambulans KSB Layani 24 Ribu Warga Sejak Januari

Taliwang, MediaKSB, – Layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah memberikan sekitar 24.000 layanan kepada masyarakat sejak Januari hingga Agustus 2026. Capaian ini menunjukkan tingginya kebutuhan warga terhadap pelayanan kesehatan yang cepat dan mudah dijangkau.
TRC Ambulans merupakan layanan respons cepat yang memberikan pertolongan medis langsung ke rumah masyarakat, dan menjadi salah satu unggulan dalam Program Kartu Sumbawa Barat Maju pada Layanan Maju Kesehatan.
“Angka ini terus meningkat dan menjadi bukti bahwa masyarakat benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau,” jelas Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si saat membuka Seminar Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Jumat (7/8).
Haji Amar, sapaan akrab Bupati menyebut, peningkatan jumlah layanan TRC Ambulans dari waktu ke waktu sebagai indikator bahwa program ini berhasil mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan penanganan medis segera tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan.
Menurut Haji Amar, perhatian terhadap kesehatan warga tidak berhenti pada layanan tanggap darurat semata, tetapi juga harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak melewati dua tahun pertama kehidupannya.
“Dukungan keluarga dalam menjaga 1.000 Hari Pertama Kehidupan dalah hal penting. Itu juga menjadi bagian dari pencegahan stunting yang beriringan dengan penguatan layanan kesehatan dasar seperti TRC Ambulans,” bebernya.
Dalam seminar yang sama, Dekan FK Unair, Prof. Dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, dr., Sp.OG., Subsp. Urogin-RE., kagum dengan pelayanan kesehatan di Sumbawa Barat. Dr. Eighty juga berkomitmen kerja sama dengan Pemerintah Sumbawa Barat tidak berhenti pada seminar, melainkan akan diperluas ke bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
“Saat ini tiga putra-putri daerah tengah menempuh pendidikan dokter spesialis di FK Unair, dan ke depannya kerja sama juga diarahkan pada penempatan dokter residen di KSB,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) KSB, dr. Carlof, M.M.R.S., menuturkan, seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan selama tiga hari, yang berlanjut dengan pelatihan Bantuan Hidup Dasar di Universitas Cordova pada Sabtu (08/8), serta ditutup di kawasan Pantai Maluk pada Minggu (09/8) dengan pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, Clean Up Beach, dan penanaman mangrove di daerah pesisir. (M-01)
