Pemerintah KSB Gelar Intervensi Serentak Cegah Stunting di Maluk

Bagikan ke :
Foto: Penanganan Stunting Maluk (dok. Prokopim Sumbawa Barat)
Foto: Penanganan Stunting Maluk (dok. Prokopim Sumbawa Barat)

Maluk, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar Intervensi Serentak Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S) di Posyandu Batu Hijau 1, Desa Maluk, Kecamatan Maluk, Selasa (18/8). Kegiatan ini mencakup evaluasi kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), pemantauan pemberian Vitamin A dan obat cacing, hingga peninjauan implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Wakil Bupati Sumbawa Barat sekaligus Ketua TPPS KSB, Hj. Hanipah Musyafirin, memimpin langsung kunjungan lapangan tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KSB, jajaran pimpinan OPD terkait, Camat Maluk, Kepala Desa Maluk, pengurus TP-PKK, hingga para kader Posyandu.

Wabup menyebut penanganan stunting tidak bisa diselesaikan hanya dari sektor kesehatan, melainkan memerlukan kolaborasi aktif seluruh elemen masyarakat dan instansi pemerintah.

“Penanganan stunting butuh kerja bersama. Ketersediaan pangan gizi seimbang, pola asuh keluarga, sanitasi lingkungan, hingga keaktifan warga datang ke Posyandu setiap bulan menjadi kunci keberhasilan kita,” ujarnya.

Hanipah menyebut tercatat 44 anak di Kecamatan Maluk masih berada dalam kategori stunting dan menjadi sasaran intervensi lintas sektor. Wabup menekankan pentingnya akurasi pendataan sasaran, termasuk terhadap warga pendatang di wilayah industri seperti Maluk, agar seluruh anak yang membutuhkan intervensi gizi dapat terpantau dan tertangani secara tepat.

“Keterlibatan pemerintah kecamatan, desa, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Agen Gotong Royong, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan unsur masyarakat lainnya juga sangat penring dalam penanganan stunting,” tegasnya.

Selain evaluasi kinerja TPPS, kegiatan ini juga diisi pemantauan pemberian kapsul Vitamin A serta obat cacing secara serentak bagi bayi dan anak balita di Desa Maluk. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan cakupan distribusi nutrisi mikro pencegah infeksi dan penunjang tumbuh kembang anak berjalan optimal di lapangan.

Rombongan turut meninjau kesiapan Posyandu Desa Maluk dalam menerapkan konsep New Posyandu 6 SPM, yang kini tidak hanya melayani kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencakup enam bidang standar pelayanan minimal bagi seluruh siklus hidup masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof, M.M.R.S., M.Q.M., yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menyatakan penanganan stunting membutuhkan kesinambungan antara pelayanan di Posyandu, Puskesmas, keluarga, dan dukungan lintas sektor.

“Setiap hasil pemantauan di tingkat Posyandu perlu ditindaklanjuti dengan pendampingan dan intervensi yang sesuai, sehingga tidak berhenti pada pendataan saja,” katanya.

dr. Carlof menambahkan Dinkes KSB terus mendorong penguatan kapasitas kader Posyandu agar integrasi 6 SPM berjalan efektif, presisi dalam pencatatan Buku KIA, serta mampu mendeteksi dini masalah kesehatan di tengah masyarakat. 

dr. Carlof merinci dukungan pemberian makanan tambahan (PMT), pemantauan pertumbuhan anak, peningkatan kehadiran sasaran di Posyandu, serta pendampingan keluarga menjadi bagian yang terus dioptimalkan bersama jajaran Puskesmas.

Kadis mengajak seluruh jajaran kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, kader, keluarga, serta masyarakat untuk terus bergerak bersama memastikan pelayanan Posyandu berjalan optimal.  “Keberhasilan penurunan stunting sangat ditentukan oleh keterlibatan keluarga dan masyarakat itu sendiri,” pungkasnya. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *