Tuntut Transparansi Anggaran, FPT Demo di Depan Kantor DPUPR KSB

Taliwang, MediKSB, – Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Pemuda Taliwang (FPT) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap minimnya transparansi anggaran sejumlah proyek infrastruktur yang dilaksanakan pemerintah KSB.
Koordinator lapangan aksi, Abu Bakar, dalam orasinya menyampaikan bahwa selama ini masyarakat tidak mendapatkan penjelasan yang jelas dari pemerintah terkait alokasi anggaran pembangunan, khususnya proyek-proyek yang sudah berjalan. Menurutnya, meskipun nilai anggaran yang digelontorkan besar, namun hasil fisik proyek dinilai tidak sebanding.
“Anggaran yang banyak tapi tidak ada penjabaran ke kami, kemana dialokasikan anggaran tersebut. Itu yang kami lihat di lapangan,” ujar Abu Bakar kepada wartawan di sela aksi pada, Senin (14/4).
Abu Bakar mengklaim, pihaknya telah melakukan investigasi terhadap sejumlah proyek fisik di KSB dan menemukan ketidaksesuaian antara besaran anggaran dengan kualitas hasil pekerjaan. Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pembangunan Jalan Sudirman yang menurutnya menelan anggaran hingga Rp 7,3 miliar.
“Kalau kita lihat langsung ke lapangan, kualitas bangunan jalan tidak mencerminkan anggaran sebesar itu. Harusnya masyarakat tahu untuk apa saja dana itu digunakan,” tegasnya.
Dalam aksinya, FPT mendesak Pemda KSB untuk lebih terbuka dalam pengelolaan anggaran, khususnya yang menyangkut proyek infrastruktur. Mereka juga meminta agar data-data penggunaan anggaran dibuka ke publik agar dapat dievaluasi bersama, baik oleh media, akademisi, maupun masyarakat umum.
“Pemerintah harus membuka akses informasi ini. Kita punya media, Forkopimda, dan publik yang bisa ikut mengawasi. Ini penting untuk mencegah penyimpangan dan penyelewengan anggaran,” tambahnya.
Hingga pukul 12 siang, tidak satu pun pejabat Dinas PUPR KSB menemui massa aksi. Hal ini memicu kekecewaan demonstran yang mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak direspons.
“Kalau hari ini tidak ada yang menemui kami untuk membandingkan data yang kami pegang, kami akan pertimbangkan untuk bertahan lebih lama atau melakukan aksi lanjutan,” tutup Abu Bakar. (M-03)

