Vaksinasi Rabies Door to Door Dimulai di Taliwang dan Jereweh

Bagikan ke :
Foto: Vaksinasi Rabies di Kecamatan Taliwang (dok. Keswan)
Foto: Vaksinasi Rabies di Kecamatan Taliwang (dok. Keswan)

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar vaksinasi rabies secara door to door di dua kecamatan, yakni Kecamatan Jereweh dan Kecamatan Taliwang.

Vaksinasi Rabies di Kecamatan Jereweh sudah berjalan lebih dulu minggu lalu, sementara Kecamatan Taliwang mulai berjalan pada Rabu (17/6) dengan menyasar hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kera.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Distan KSB, drh. Hikmatul Azmy, menjelaskan mekanisme vaksinasi dilakukan melalui koordinasi awal antara Puskeswan dan pemerintah desa.

“Puskeswan bersurat ke desa terkait jadwal pelaksanaan, kemudian pemerintah desa bersama petugas turun door to door ke rumah warga,” ujar Azmy saat ditemui di kantornya.

Menurut Azmy, vaksinasi door to door dipilih karena paling efektif menjangkau hewan peliharaan yang tidak dibawa pemiliknya ke pos vaksinasi. Strategi ini memastikan cakupan vaksinasi lebih menyeluruh dan tidak ada hewan berisiko yang terlewat dari program pencegahan rabies di KSB.

“Kan mereka (Pemdes) yang paham bagaimana kondisi di desanya masing-masing, jadi dari unsur desa tetap kami libatkan,” katanya.

Azmy juga menyampaikan, prioritas vaksinasi diberikan kepada desa-desa dengan jumlah kasus gigitan hewan terbanyak agar penanganan lebih tepat sasaran dan efektif menekan risiko penularan rabies.

Di Kecamatan Taliwang, vaksinasi diprioritaskan di Kelurahan Sampir yang mencatat empat kasus gigitan dari Januari hingga Mei 2026. Desa Banjar, Seloto, Telaga, dan Bertong juga masuk daftar prioritas karena baru saja terjadi kasus gigitan sehingga rasa ketakutan di kalangan warga masih tinggi.

“Kalau belum ada korban, warga cenderung tidak percaya akan bahaya rabies. Itulah mengapa kami prioritaskan desa yang baru mengalami kasus agar vaksinasi bisa langsung menjawab kekhawatiran masyarakat,” jelas Azmy.

Sementara untuk Kecamatan Jereweh, Desa Beru menjadi daerah dengan kasus gigitan terbanyak dengan sembilan kasus. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya, menjadikan Jereweh sebagai salah satu wilayah KSB dengan jumlah kasus tertinggi.

Azmy mengungkapkan, hingga Mei 2026 Puskeswan KSB telah menangani 84 kasus gigitan hewan berpotensi rabies. Angka ini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah untuk mempercepat cakupan vaksinasi sebelum kasus bertambah lebih banyak lagi.

“Data itu yang sudah kami lakukan penanganan di Keswan Distan, memang kalau di Dinas Kesehatan berbeda karena ada beberapa kasus yang hanya dilaporkan ke Dinkes. Jadi tidak diteruskan ke kami,” tutupnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *