Wamen Perkim Soroti Potensi Sektor Pariwisata dari Bendungan Tiu Suntuk
Brang Ene, MediaKSB, – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Republik Indonesia, Fahri Hamzah, SE, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), untuk membahas pengembangan kawasan sekitar Bendungan Tiu Suntuk yang terletak di Kecamatan Brang Ene pada Jumat (6/6).
Fahri Hamzah dan rombongan tiba di KSB melalui perjalanan udara, mendarat di Bandara Benete. Kedatangan mereka disambut oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T, M.Si, yang didampingi oleh sejumlah pejabat dinas terkait, termasuk Kepala Dinas Perkim KSB, Novrizal SE, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) KSB, Mars Anugrainsyah, serta Kepala Dinas Sosial (Dinsos) KSB, Ferial SKM.
Salah satu fokus utama pertemuan antara Wamen Fahri dan Bupati KSB adalah potensi sektor pariwisata yang bisa dimanfaatkan dari keberadaan Bendungan Tiu Suntuk. Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah, S.T, M.Si menyampaikan, kawasan sekitar bendungan memiliki keindahan alam yang luar biasa.
“Selain keindahan alam, Bendungan Tiu Suntuk juga dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” ujarnya.
Fahri Hamzah menyambut baik rencana tersebut dan menekankan pentingnya pengelolaan kawasan yang terintegrasi. Pemerintah KSB perlu berperan lebih aktif agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan maksimal.
“Bendungan Tiu Suntuk tidak hanya memiliki potensi untuk pengembangan sektor energi dan pertanian, tetapi juga sektor pariwisata. Keindahan alam sekitar bendungan dapat menjadi daya tarik tersendiri yang bisa mendukung pengembangan ekonomi lokal,” ucapnya.
Dalam kesempatan ini, Fahri juga memberikan arahan terkait perlunya kerjasama antara pemerintah daerah dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pekerjaan Umum, serta pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur pendukung wisata, seperti akomodasi dan akses transportasi.
“Tentunya perlu ada koordinasi juga dengan pihak terkait seperti dengan Kemenko Infrastruktur, Kementerian PU dan Kementerian Pertanian terkait pengelolaan terintegrasi pemanfaatan Bendungan Tiu Suntuk dalam mengembangkan kawasan sekitar,” katanya.
Selain sektor pariwisata, Wamen Fahri juga menyampaikan bahwa Bendungan Tiu Suntuk memiliki potensi untuk mendukung ketahanan energi dan pangan. Melalui pemanfaatan pembangkit listrik tenaga mikrohidro dan tenaga surya, kawasan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan energi lokal dan mendukung sektor pertanian, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
“Bendungan ini sangat bermanfaat untuk membangun ketahanan energi dan pangan dan juga potensi sektor wisata yang berdampak pada pengembangan kawasan sekitar,” ujarnya.
Kunjungan Wamen Perkim ini menjadi langkah awal dalam pengembangan kawasan sekitar Bendungan Tiu Suntuk. Pemerintah pusat berharap, dengan potensi yang ada, KSB dapat menjadi model pengelolaan kawasan berkelanjutan untuk berbagai sektor. **


Pingback: Efisiensi Irigasi Tiu Suntuk, Bupati KSB Hemat Ratusan Miliar - Media KSB