Diskominfo KSB Dorong ASN Lebih Siap Hadapi Tantangan Siber di Era Digital
Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar lebih siap dan tanggap terhadap tantangan siber di era digital.
Sekretaris Dinas (Sekdis) Kominfo KSB, Dedy Damhudy, M. Khatim, S.P., M.Si, menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran keamanan digital di tengah transformasi layanan publik berbasis elektronik.
“Kesiapsiagaan ASN terhadap keamanan informasi menjadi kunci agar pelayanan publik tetap berjalan aman dan terpercaya,” ujarnya saat membuka kegiatan Literasi Digital bagi ASN dan OPD bekerjasama dengan Kominfotik NTB, Jumat (05/12).
Dedy Damhudy juga menyampaikan, pimpinan OPD juga berkewajiban untuk memberikan pemahaman lebih kepada anggotanya terkait pentingnya keamanan siber terutama yang menyangkut dengan keamanan data.
“Program daerah saat ini sangat berorientasi pada pemanfaatan sistem digital. Jadi seluruh ASN harus melek teknologi, agar pelayanan dan pelayanan dapat berjalan optimal,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Statistik dan Persandian, Diskominfo KSB, Titin Yuliana, M.Ec.Dev menjelaskan, pola serangan siber saat ini lebih banyak menyasar manusia sebagai titik lemah dibandingkan sistem. Serangan phishing, penipuan yang mencatut nama atasan, hingga file berbahaya yang menyusup melalui email menjadi contoh ancaman yang kerap ditemui.
“Masyarakat kita masih banyak yang lalai, seperti membuka tautan tanpa verifikasi, menyimpan kata sandi pada perangkat bersama, atau memotret dokumen sensitif lalu membagikannya melalui platform yang tidak aman,” bebernya.
Konsep “Digital Hygiene” ditekankan sebagai langkah paling dasar namun sangat krusial. ASN diminta membiasakan penggunaan kata sandi yang kuat, waspada terhadap perangkat eksternal, membatasi akses dokumen internal, serta memastikan setiap proses komunikasi data berjalan melalui kanal resmi dan terenkripsi.
“Data membuktikan, lebih dari 70 persen insiden siber disebabkan oleh kelalaian manusia, bukan semata-mata kelemahan sistem,” ungkap Titin.
Pemerintah KSB melalui Diskominfo KSB terus memperkuat komitmen dalam membangun pemerintahan yang adaptif dan aman. Peningkatan literasi digital diharapkan menjadi fondasi untuk menciptakan budaya kerja baru yang responsif terhadap ancaman siber dan menjaga kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah. (M-01)

