Intensitas Hujan Tinggi, Beberapa Wilayah Taliwang Terendam Banjir

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Beberapa wilayah di Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dilaporkan terendam banjir akibat hujan deras yang terjadi pada Minggu (14/12). Dari beberapa postingan di media sosial, air telah masuk hingga pemukiman warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KSB mengaku telah menerima laporan terjadinya banjir di beberapa wilayah Taliwang. Kepala BPBD KSB, Abdullah, S.Pd., menjelaskan, beberapa wilayah yang terdampak meliputi Dusun Pakirum Kelurahan Sampir, Desa Kertasari, hingga beberapa jalur utama seperti RSUD Asy-Syifa hingga ujung jalan Tanah Mira.

“Di wilayah Pakirum, sudah ada anggota BPBD yang membantu melakukan penyedotan air. Di wilayah desa Kertasari juga terkena dampak dari hujan lebat, namun rata-rata saat ini air sudah mulai reda dan tinggal dilakukan pembersihan,” ujar Abdullah saat dikonfirmasi media ini via WhatsApp, Minggu (14/12).

Meski tidak ada korban jiwa, BPBD menerima laporan adanya kerusakan ringan pada rumah warga di wilayah dusun Pakirum Kelurahan Sampir. “Di Pakirum ada laporan rumah warga rusak ringan, bukan rumah utama tapi rumah samping. Tapi sudah ada penanganan logistik darurat ke wilayah Pakirum,” ungkapnya.

Untuk wilayah perkantoran KTC, Abdullah menyampaikan tidak ada laporan kenaikan air yang signifikan. Sementara di jalur dari RSUD Asy-Syifa hingga ujung jalan Tanah Mirah, air yang meluap masih terdapat di jalan karena drainase tidak mampu menampung debit air tinggi.

“KTC aman, untuk RSUD sampai ujung jalan Tanah Mirah masih ada genangan,” bebernya.

Dari laporan yang masuk, banjir hanya terjadi di wilayah Taliwang, belum ada laporan yang masuk ke BPBD KSB yang berasal dari kecamatan lain. “Pantauan kami, banjir ini terjadi akibat luapan air dari gunung seiring tingginya curah hujan, sehingga sifatnya sementara dan terbatas pada wilayah Taliwang,” jelasnya.

Meski diprediksi sementara, seluruh tim BPBD saat ini masih fokus pada mitigasi dan penanganan darurat, termasuk penyedotan air, pembersihan, serta penyaluran logistik bagi warga terdampak. Abdullah menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, meski situasi saat ini sudah relatif terkendali.

“Banjir ini sifatnya luapan air akibat debit hujan tinggi, jadi air dari gunung. Tidak ada korban jiwa,” ujarnya menutup keterangan.

Pemerintah KSB melalui BPBD mengimbau warga Taliwang dan seluruh warga KSB untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan menjaga kebersihan saluran air agar drainase dapat berfungsi optimal. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *