Festival PAUD/TK Bakti Stunting, Cara Pemdes Tepas Dorong Literasi Riset Sejak Dini

Bagikan ke :

Brang Rea, MediaKSB, – Pemerintah Desa Tepas, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini melalui Festival PAUD/TK Bakti Stunting. Kegiatan ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengenal literasi riset secara sederhana, sekaligus bagian dari strategi desa membangun fondasi berpikir kritis.

Kepala Desa Tepas, Hendra Kusuma, S.T., menjelaskan, festival tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi anak-anak PAUD/TK untuk mengenal proses dasar penelitian. Anak-anak diajak mengamati lingkungan sekitar, memahami apa yang mereka lihat, lalu menyampaikan kembali dengan bahasa dan cara mereka sendiri.

“Festival Riset PAUD/TK ini kami selenggarakan untuk memperkuat mental anak-anak sekaligus mengenalkan pola dasar penelitian sejak dini,” kata Hendra, Jumat (30/1).

Kades menegaskan, gagasan ini lahir dari kesadaran Pemdes Tepas dan TP PKK bahwa pencegahan stunting dan peningkatan kualitas anak tidak hanya soal gizi, tetapi juga penguatan pola asuh dan stimulasi intelektual.

“Karena itu, agenda Festival Riset PAUD/TK telah dirancang sejak dua tahun lalu. Tercatat 41 anak dari Kecamatan Brang Rea dan Taliwang ikut mendaftar,” papar Kades

Hendra menambahkan, Pemdes Tepas memandang penting membangun keberanian anak untuk berpikir dan berpendapat sejak dini. Menurut Hendra, kemampuan tersebut akan menjadi modal dasar bagi anak-anak dalam menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

“Kami ingin anak-anak terbiasa mengamati, bertanya, dan menyampaikan apa yang mereka pahami. Itu literasi riset paling awal,” ujarnya.

Pelaksanaan festival tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., yang hadir langsung pada pembukaan kegiatan di Gedung Serba Guna Desa Tepas. Menurut Wabup, inisiatif Pemdes Tepas sejalan dengan upaya daerah dalam menyiapkan generasi unggul sejak usia dini.

“Kita berkumpul di sini untuk mengumpulkan talenta-talenta anak-anak kita di tingkat PAUD. Mereka berproses dengan mengembangkan bakat dan menuangkan apa yang mereka pikirkan dalam Festival Riset ini,” ungkapnya.

Wakil Bupati juga mengapresiasi peran guru dan orang tua dalam mendampingi proses belajar anak-anak. Menurutnya, pembentukan cara berpikir anak tidak bisa dilepaskan dari lingkungan keluarga dan sekolah yang suportif. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *