Banjir Terjang KSB, Pemerintah Lakukan Pendataan Kerusakan

Bagikan ke :
Foto: Penananganan Banjir oleh Pemerintah KSB
Foto: Penananganan Banjir oleh Pemerintah KSB

Taliwang, MediaKSB, – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur warga.

Tim teknis dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai turun ke lapangan untuk melakukan asesmen menyeluruh terhadap dampak bencana.

Salah satu kerusakan serius terdeteksi di Desa Mataiyang, Kecamatan Brang Ene, di mana terjangan air merusak bangunan sekolah. Pemerintah daerah memprioritaskan pendataan ini agar proses perbaikan dapat segera mendapatkan alokasi anggaran yang tepat.

“Banjir bandang mengakibatkan kerusakan sekolah di Mataiyang, tim telah turun melakukan mitigasi serta mendata kebutuhan anggaran oleh Dikbud,” ungkap Sekdis Dinsos KSB, Andi Suwandi.

Selain Brang Ene, wilayah lain seperti Kelurahan Sampir, Jereweh (Belo dan Beru), serta Maluk (Benete) juga mencatat dampak serupa. Tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini fokus menghitung nilai kerugian materiil.

“PUPR dan BPBD sedang melakukan perhitungan kebutuhan kerusakan infrastruktur di seluruh wilayah terdampak,” jelas Andi Suwandi terkait langkah teknis penanganan jangka panjang.

Proses asesmen ini berjalan beriringan dengan penanganan darurat di tingkat kecamatan. Para camat di wilayah terdampak memegang peran kunci dalam melaporkan kondisi terkini bangunan umum dan rumah warga yang membutuhkan intervensi segera dari pemerintah kabupaten.

“OPD terkait dan para camat terdampak sedang dan terus melakukan asesmen pada masing-masing wilayah,” tutur Sekda KSB, drh. Hairul, MM menegaskan pentingnya akurasi data lapangan.

Hairul juga memastikan bahwa upaya pemulihan fisik akan dimulai secepat mungkin setelah air surut total. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) telah bersiaga untuk melakukan aksi pembersihan sisa-sisa lumpur dan material banjir pada fasilitas umum (fasum) agar aktivitas masyarakat kembali normal.

“Untuk membersihkan fasilitas umum, Damkar sudah siap sesuai kebutuhan. Insyaallah besok pagi mereka mulai bergerak ke beberapa lokasi terdampak,” ujar Hairul menutup penjelasannya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *