Wisata Kerakyatan Brang Ene: Anggaran Rp8 Miliar, Kelar November

Bagikan ke :
Foto: Grand Desain Destinasi Wisata Kerakyatan, Joging Track,Brang Ene
Foto: Grand Desain Destinasi Wisata Kerakyatan, Joging Track,Brang Ene

Brang Ene, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mempercepat realisasi proyek pariwisata kerakyatan di Kecamatan Brang Ene. Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, menargetkan peresmian destinasi baru ini pada November 2026 mendatang, bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) KSB.

Pemerintah mengalokasikan anggaran daerah sebesar Rp8 miliar untuk membangun infrastruktur pendukung di kawasan tersebut. Dana besar ini akan mendanai pembangunan jalur wisata sepanjang lima kilometer yang melintasi empat desa strategis.

“Desa-desa tersebut meliputi Menemeng, Mura, Kalimantong, hingga Desa Mujahidin yang memiliki potensi bentang alam luar biasa,” papar Bupati, Senin (02/3).

Bupati menegaskan, pemerintah bekerja dengan jadwal yang sangat ketat agar proyek rampung tepat waktu. Pihak dinas terkait akan mulai melakukan pembukaan akses serta pemasangan tanda patok jalur setelah Lebaran.

“Insyaallah Wisata Kerakyatan Kecamatan Brang Ene ini nanti kita targetkan peresmiannya bulan November,” ujar H. Amar kerap disapa.

Bupati optimistis, proyek ini berjalan lancar karena perencanaan teknis serta survei lapangan telah selesai. Sinergi antara pemerintah dan warga pemilik lahan menjadi kunci utama dalam mengejar target penyelesaian infrastruktur tersebut.

Konsep pembangunan tetap mengedepankan fungsi utama lahan pertanian warga agar produktivitas tidak menurun. Pemerintah membangun jalur paving blok selebar dua meter yang juga berfungsi sebagai jalan usaha tani. Infrastruktur ini melintasi area persawahan dan bantaran sungai tanpa menuntut proses pembebasan lahan milik masyarakat.

Selain jalur utama, pemerintah sedang menyiapkan enam unit bungalow di kawasan Bendungan Tiu Suntuk. Fasilitas akomodasi ini bertujuan untuk meningkatkan lama kunjungan wisatawan yang datang ke Brang Ene.

Pengelolaan seluruh fasilitas wisata tersebut nantinya akan diserahkan penuh kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama.

“Kita upayakan seminimal mungkin mudaratnya dan sebanyak mungkin manfaatnya bagi seluruh warga desa,” pungkas Bupati. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *