AMMAN Bantu Petani KSB Panen Dua Kali Lipat Lewat Metode SRI Organik

Taliwang, MediaKSB, – Petani di Desa Benete dan Desa Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berhasil meraup panen perdana padi organik hingga 10,02 ton per hektar melalui metode System of Rice Intensification (SRI) Organik. Capaian itu hampir dua kali lipat dibanding metode konvensional yang selama ini hanya menghasilkan 4-5 ton per hektar.
Program SRI Organik ini merupakan inisiatif PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) bersama Aliksa Organik yang dimulai sejak Agustus 2025. Syukuran panen perdana digelar di hamparan sawah Desa Benete, Kamis, (30/4/2026) sebagai bukti keberhasilan transformasi pertanian di KSB.
Presidium Pertanian Organik Kecamatan Maluk, Hamzah mengaku sempat meragukan metode pertanian tanpa pupuk kimia ini saat pertama kali diperkenalkan. Namun hasil panen yang melonjak drastis membuktikan keraguan itu salah besar.
“Awalnya saya ragu. Bagaimana mungkin bertani tanpa pupuk kimia bisa berhasil? Dulu kami hanya tahu semakin banyak obat, semakin bagus,” ujarnya.
Hamzah menambahkan, melalui Sekolah Lapangan para petani belajar meracik pupuk organik sendiri dari limbah jerami, kotoran ternak, dan tanaman hijau di sekitar rumah. Hasilnya tidak hanya panen melimpah, tetapi juga pembebasan dari ketergantungan biaya pupuk yang selama ini membelit petani.
“Tanah kami yang dulu keras sekarang jadi gembur dan hitam. Hasil panen naik hampir dua kali lipat dan yang paling penting, kami tidak lagi pusing memikirkan biaya pupuk yang mahal. Kami sekarang merasa benar-benar menjadi tuan di sawah sendiri,” tegasnya.
Transformasi ini juga memulihkan ekosistem sawah secara alami. Tanah yang sebelumnya mengandung asam dengan pH 5,5 kini pulih menjadi netral dengan pH 7, sementara burung dan serangga predator kembali hadir menggantikan fungsi pestisida sintetis.

Vice President Social Impact AMMAN, Priyo Pramono menegaskan, program ini dirancang untuk membangun kapasitas teknis dan kelembagaan petani secara mandiri. AMMAN menargetkan, ke depan jangkauan program akan diperluas ke lebih banyak wilayah di KSB.
“Program SRI Organik di Kecamatan Maluk adalah upaya kami mendukung masyarakat petani memiliki kapasitas teknis dan kelembagaan yang kuat serta menekan biaya produksi hingga mendapatkan produktivitas yang lebih besar,” bebernya.
Sementara itu, Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah yang hadir langsung menyaksikan panen perdana menyebut keberhasilan ini sebagai model pertanian organik yang harus direplikasi di seluruh wilayah KSB. H. Amar, sapaan akrab Bupati menegaskan, inovasi dan kearifan lokal terbukti mampu berjalan beriringan menghasilkan kemakmuran bagi masyarakat.
“Para petani bisa menjadi duta petani organik Sumbawa Barat. Harapannya bisa diperluas di kawasan lain di KSB. Apa yang kita saksikan hari ini adalah bukti inovasi dan kearifan lokal bisa berjalan beriringan,” akunya.
Ke depan, program ini akan berlanjut dengan sertifikasi beras organik, sayuran organik, sertifikasi Mikroorganisme Lokal (MOL), dan pembukaan akses pasar. Bumdes di Desa Maluk juga terlibat aktif menjadikan pertanian organik sebagai motor penggerak ekonomi baru di Sumbawa Barat. (M-01)
